Senin, 28 Desember 2009

GHITA-CLEOPATRA STARTAN

Hainita sta in cui
Afara soare nu-i
Nimic nu-i bun de cand
Ma gandesc la Ghita
Dar Ghita nu-i in sat
Eu m-am interesat
Imi pare ca-i plecat
Dupa granita...
Greu, tare mi-i de greu,
Vreau, da nu stiu ce vreau;
Stiu ca si tu ma placi
Spune, Ghita, ce tu taci?
Ori vina ori ti du
Ori spune da ori nu
Eu te rog nu ma-nerva
Ghita ce-i cu viata ta?

REF: Ghita, te-astept diseara la portita
Langa portita de la scoala
Vino da numa nu vini cum vii tu
De obicei cu mana goala
Cine te mai asteapta ca si mine
O seara intreaga numai pe tine.
Ghita, arata-mi tu o fata care
Sa te iubeasca asa de tare!

Ghita, te-astept diseara la portita
Langa portita de la scoala
Vino da numa nu vini cum vii tu
De obicei cu mana goala
Cine te mai asteapta ca si mine
O seara intreaga numai pe tine.
Ghita, arata-mi tu o fata care
Sa te iubeasca asa de tare!

Ghita, te-astept diseara la portita
Langa portita de la scoala
Vino da numa nu vini cum vii tu
De obicei cu mana goala
Cine te mai asteapta ca si mine
O seara intreaga numai pe tine.
Ghita, arata-mï tu o fata care
Sa te ïubeasca asa de tare!

Sabtu, 21 November 2009

皆の日本語第6課

1・私はスーパーヘ行きます
会社
東京
あなたはどこ。。。。。。か
2・私はバスで会社へ行きます
地下鉄
自転車
あなたは何。。。。。。。。。か
3。私はミラーさんと日本へ行きます
友達
家族
あなただれ。。。。。。。。か
4。私は来週国へ帰ります
日曜日
7がつ15日に
あなたはいつ。。。。。。。。。。か

Rabu, 18 November 2009

TOKYO DRIFT-TERIYAKI BOYS

I wonder if we know
How they live in Tokyo (hai!)
If you see it, and you mean it
Then you know you have to go
Fast and furious (kita) (Drift, Drift, Drift)
Fast and furious (kita) (Drift, Drift, Drift)
(Repeat)

Hei 'rasshai, omachidou-sama,
Kensou mamire konomachi no ensou
Damattamama ichido tsuite oide,
Sekaiju miryou suruhodoni goukana Japan Ichiban
Jump around, saa uchirano deban
Teriyaki Boyz in the place to be,
Miseteyaru orijinaru V.I.P.

Many many diamonds danglin’
Bag full o’ money we stranglin'
Hate me, fry me, bake me, try me
All the above cuz you can't get in
I don't want no puroburemu
Because me purofesshonaru
Make you, Shake your ketsu Thank U,
Haters take it paasonaru

Like a Kaneda tai Tetsuo, Neo Tokyo metsubou?
Nakunacchimau mae ni netsu wo hassan shikicchimaouze
Let's go netsubou zuhirugiroppon
rabo kara esukoto "Ee!? Sugoi"
nijyuu-roku gou ja nai, nigo
Nyuuryoku soru no zahyou pin-pointo

Back to: Chorus

Hai! Wa-ta-shi-Teriyaki Boy
"A!"-tto iu ma fukitobasu noizu
Manshin shitemasunde,
Getto-ru pen no kazu mo fuetemasu
Beeshikku wa sapuraizu de,
maji mainichi ga abunaize!
Ninja-fuu, Kenja-fuu dakedo Geisha,
Bape no wakusei kara no shisha

You see me in the parking lot 7-11 is the spot
Fights with wings and, shiny things and
Lions, tigers, bears, oh my ride
We're furious and fast Supersonic like JJ FAD and,
We ride till the wheels are flat
Can't beat that with a baseball bat

Like a kouan kyuuka, togusa mateba ii,
Zehi soku saiyou, intaaseputaa shite
Kokusaiteki hanzai wa banzai,
Hora hands up, fairu ga bomb otosu to odoridasu konya no
4 boys from faasuto kooto
Dou sasayaku watashi no goosuto wa?

Back to: Chorus

Yeah, Japan mainichi dokidoki desu,
Hiito airando "tobitobi" desu
Moeru youshi de "Botiboti nee" temaneki de sasou
"Kocchi kocchi e" hiito appu de odorisou
Machijyuu subette norikomu
Meccha kawarimono demo shaffuru!
Gocha gocha no Fast and Furious

It's gotta be the shoes, gotta be the furs
That's why ladies choose me
All up in the news, cuz we so cute
That's why me so huge
Harajuku Girls know how i fiiru
They respect cuz I keeps it riaru
I'm not a "China-Man" cuz I ain't from China, Maaan
I-am Japan Man

Wata shi wa Tokyo su ki
(You see him come and go out of the black Benz SLR)
Wata shi no ku ru ma su te ki
(I wonder where he gets that kind of money)
A na ta mo Tokyo su ki
(Don't worry about it)
A na ta no ku ru ma su te ki
(Let's go)

Back to: Chorus

皆の日本語-第1課

1。私はマイク・ミラーです
会社員
2。私はカール・シュミットじゃありません。
エンジニア
3。あの人(方)は木村さんですか。
マリアさん
だれ(どなた)
4。サントスさんはブラジル人です。
マリアさんもブラジル人です。
あの人
5。ミラーさん はIMCの 社員です。
カリナさん 富土大学 学生
6。テレサちゃんは9歳 です
たろう君 8歳
何歳(おいくつ)......か

Jumat, 06 November 2009


AKB48 adalah grup idol asal Jepang yang diproduseri Yasushi Akimoto. Dibentuk pada 7 Desember 2005, kelompok ini berbasis di gedung teater, dan terdiri dari 48 anggota perempuan yang dibagi menjadi 3 tim : Tim A, Tim K dan Tim B, yang masing-masing terdiri dari 16 anggota. Konsep awal dari pembentukan AKB48 adalah “Idol yang dapat kamu temui setiap hari”.

Grup ini memiliki gedung pertunjukan sendiri bernama Teater AKB48 (AKB Gekijō) di Akihabara, Tokyo. Acara pertunjukan diadakan 1 kali sehari dari hari Senin hingga Jumat, dan 3 kali sehari pada hari Sabtu dan Minggu. Harga tiket pertunjukan dibedakan berdasarkan umur dan jenis kelamin, ¥3.000 untuk penonton laki-laki dewasa, dan ¥2.000 untuk penonton perempuan atau anak-anak sekolah di bawah 18 tahun.

-ANGGOTA-
Tim A

* Fujie Reina (1 Februari 1994 di Chiba)
* Itano Tomomi (3 Juli 1991 di Kanagawa)
* Kitahara Rie (24 Juni 1991 di Aichi)
* Kojima Haruna (19 April 1988 di Saitama)
* Maeda Atsuko (10 Juli 1991 di Chiba)
* Minegishi Minami (15 November 1992 di Tokyo)
* Miyazaki Miho (30 Juli 1993 di Tokyo)
* Nakata Chisato (8 Oktober 1990 di Saitama)
* Sato Amina (16 Oktober 1990 di Tokyo)
* Sato Yukari (22 November 1988 di Shizuoka)
* Shinoda Mariko (11 Maret 1986 di Fukuoka)
* Takahashi Minami (8 April 1991 di Tokyo)
* Takajyo Aki (3 Oktober 1991 di Tokyo)

[sunting] Tim K

* Akimoto Sayaka (26 Juli 1988 di Chiba)
* Chikano Rina (23 April 1993 di Tokyo)
* Kasai Tomomi (16 November 1991 di Tokyo)
* Kobayashi Kana (17 Mei 1991 di Saitama)
* Kuramochi Asuka (11 September 1989 di Kanagawa)
* Masuda Yuka (3 Agustus 1991 di Osaka)
* Matsubara Natsumi (19 Juni 1990 di Fukuoka)
* Miyazawa Sae (13 Agustus 1990 di Tokyo)
* Naruse Risa (13 Agustus 1993 di Saitama)
* Noro Kayo (28 Oktober 1983 di Tokyo)
* Ohori Megumi (25 Agustus 1983 di Tokyo)
* Oku Manami (22 November 1995 di Tokyo)
* Ono Erena (23 November 1993 di Tokyo)
* Oshima Yuko (17 Oktober 1988 di Tochigi)
* Sato Natsuki (1 Juli 1990 di Hokkaido)
* Umeda Ayaka (3 Januari 1989 di Fukuoka)

[sunting] Tim B

* Hirajima Natsumi (28 Mei 1992 di Tokyo)
* Kashiwagi Yuki (15 Juli 1991 di Kagoshima)
* Katayama Haruka (10 Mei 1990 di Chiba)
* Kohara Haruka (12 April 1988 di Hiroshima)
* Nakagawa Haruka (10 Februari 1992 di Tokyo)
* Nakatsuka Tomomi (18 Juni 1993 di Saitama)
* Nakaya Sayaka (15 Oktober 1991 di Chiba)
* Nito Moeno (22 Juli 1992 di Tokyo)
* Ota Aika (8 Desember 1994 di Saitama)
* Saeki Mika (29 Oktober 1989 di Tochigi)
* Sashihara Rino (21 November 1991 di Oita)
* Tanabe Miku (2 Desember 1992 di Shiga)
* Urano Kazumi (23 Oktober 1985 di Saitama)
* Watanabe Mayu (26 Maret 1994 di Saitama)
* Yonezawa Rumi (6 Juni 1991 di Saitama)

Minggu, 20 September 2009

MALAYSIA SI RAJA JIPLAK


Pernahkah kalian tahu negara mana yang berkali-kali menjiplak budaya indonesia?wah...pasti tahi dong. Kan sudah jelas bahwa Malaysialah si Raja jiplak se-Asia tenggara. Wah kalau begitu Malaysia terkenal banget ya sebagai raja jiplak asia tenggara.
Pertama-tama seperti yang kita tahu bahwa Malaysia si Raja jiplak telah menjiplak atau mengklaim lagu rasa sayange milik Indonesia Raya. Wah waktu itu Malaysia begtu ngotot bhwa lagu rasa sayange adaah lagu miliknya. Kok Malaysia ga malu ya udah jiplak lagu kok gak ngaku. Kalo aku sih pasti malu nglakuin itu. Emang di Malaysia tidak ada lagu ya.mungkin juga sih,Malaysia kan negara yang lagu-lagunya kagak banget gitu. Udah lagunya jelek jiplak lagu orang lagi. Emangnya disana kagak ada musisi ya?
Berikutnya adalah reog ponorogo yang diklaim Malaysia si Raja jiplak sebagai miliknya dan dinamai barongan. Padahal barongan kan ada sendiri. Malaysia tu memang “GUOBLOK BUANGET YA”. Jangan-jangan Malaysia ga punya peradaban ya?udah jelek suka jiplak lagi. Kalo aku sih malu banget idup disana. Lebih baik mati aja deh. Kalian tau ga asal mula penjiplakan reog ponorogo? Tu asalnya karena ada orang ponorogo yang hidup disana dan mengerti soal reog. Tapi anehnya,waktu ditanya”reog itu milik mana?”.dia bilang itu milik orang Ponorogo. Terus kok bisa ya orang malaysia mengklaim budaya itu miliknya? Memangnya mayoritas orang Malaysia tu hindu budha ya?padahal reog tu kan peninggalan hindu budha. Kalo memang orang malaysia hindu budha jangan-jangan kerjaan Malaysia yang selama ini membanggakan islam tu cuma kedok biar keren aja ya?
Bukan hanya itu Malaysia juga mengklaim angklung sebagai alat musik daerahnya. Kasian banget sih Malaysia kagak punya alat musik. Emangnya disana kagak ada bambu ya?kalo ga ada ya aku Cuma bisa turutnyukurin aja. Emang mereka ga bisa buat alat musik lain lagi ya. Atau mereka tu emang kaga ada yang kreatif. Katanya negeri maju?maju terus njiplak maksudnya?
Terus yang paling mengesalkan lagi adalah penjiplakan tari pendet. Padahal itu kan tarian agama hindu?mangnya mayoritas orang Malaysia hindu?katanya negara yang mayoritasnya islam tapi kok bagian atas penarinya bugil ya?wah kalo kata nabi Muhammad porno aksi tuh namanya.kalo islam kan musti ketutup ya kok atasnya kebuka?iiiiiiihhhhhh..............jorok banget y orang Malaysia islam kok bajunya kebuka?mangnya disana ada sejarah hindu budha kaya Indonesia?enggak kan.kalo Indonesia sih masih mending nariin itu trus.Indonesia dulu kan hindu budha. Emangnya di Malaysia kaga ada candi ya. Iiiih.....kacian deh Malaysa kaga punya candi. Bagi para warga Indonesia WASPADALAH”JANGAN-JANGAN MALAYSIA MAU NJIPLAK CANDI KEBANGGAAN KITA YAITU CANDI BOROBUDUR.TERUS BAGI ORANG MALAYSIA JANGANLAH ENGKAU MENCOBA UNTUK MENJIPLAK CANDI BOROBUDUR KAMI KARENA KALIAN TIDAK AKAN BISA....HAHAHAHAHAHAHA.......................”.
Malaysia memang payah........tau ga yang lebih konyol lagi?tu lho dugaan soal penjiplakan lagu terang bulan milik negeri kita itu lho. Padahan itu kan lagu kebangsaan kok iramanya bisa sama sih. Malu dong............!konyol kan kalo sampe lagu kebangsaan sampek njiplak?untung aja liriknya kagak sama. Kalo sampe sama kan harga diri negara mau ditaruh di mana.

KISAH CINTA TERLARANG

Cerita Dewasa.Aku Dina. Pertama kali aku mengenal cinta, hatiku sangat berbunga-bunga. Hanya sayangnya cinta pertamaku jatuh tidak pada orang yang tepat. Dia seorang pria yang sudah berkeluarga. Jadilah kami backstreet. Aku kenal dia, yang kupanggil MAS, ketika aku datang ke ultah temenku. Dia saat itu enjadi event organizer acara ultah tersebut. Sejak awal melihat dia aku sudah tertarik. Dia ganteng dan badannya atletis, aku diperkenalkan ma dia oleh temanku yang ultah. “Din, ini MAS, dia yang nyelenggaraan pesta ini, asik kan pestanya. Kamu nemenin MAS ngobrol ya”. Temanku itu tau kalo aku suka dengan pria yang umurnya jauh lebih tua dari aku. Kami jadi asik ngobrol ngalor ngidul. Dia sangat humoris sehingga aku selalu terpingkal-pingkal
mendengar guyonannya. Makin lama guyonannya makin mengarah yang vulgar, aku sih ok aja. Ketika aara makan, dia menemani aku menikmati hidangan yang tersedia. Ketika acar dansa, dia mengajak aku turun, ketika itu lagunya slow. Aku larut dalam dekapannya yang sangat mesra. Dia berbisik: “Din, kamu cantik sekali, kamu yang paling cantik dari semua prempuan yang dateng ke pesta ini. Aku suka kamu Din”. “Mas kan dah punya keluarga, masak sih suka ma abg kaya aku”. “Justru karena kamu masih abg, kecantikan kamu masih sangat alami, bukan polesan make up yang tebal”.
Memang sih dandananku biasa saja, tanpa make up yang tebal. Perempuan mana sih yang gak suka dipuji lelaki yang kebetulan dikaguminya. Ketika pulang dia mengantarkan aku pulang, sebelum aku turun dari mobil, pipiku dikecupnya, “Kapan2 kita ketemuan lagi ya Din, ni nomer hpku”. Kami bertukaran no hp.

Sejak pertemuan pertama itu, kami sering jumpa di mal, di bioskop atau ditempat fitnes.

Karena dia tau aku suka fitnes, makanya diapun mendaftar menjadi member ditempat aku biasa fitnes. Karena sering ketemu, hubungan kami makin lama makin akrab. Dia adalah lelaki pertama yang mencium bibirku. Itu kejadiannya ketika kami sedang dibioskop. Karena bukan weekend, jumlah penontonnya sedikit, sehingga dia milih tempat duduk yang jauh dari penonton lain. Dia berbisik: “Din, aku sayang sekali ma kamu. Kamu?’ “Aku juga sayang ma Mas, sayangnya ma dah keluarga ya”. “Kita jalani aja dulu Din, gak apa kan kalo backstreet kaya gini. Pokoknya aku akan berusaha untuk ketemu kamu sesering mungkin, sayang”. Dia meluncurkan rayuan mutnya, sehingga
aku makin berbung-bunga. “Din..”, panggilnya lagi. aku menoleh karahnya. Karena duduk kami berdempetan, dia langusng merangkul pundaknya dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. aku memejamkan mataku, terasa lembut sekali bibirnya menyentuh bibirku, kemudian terasa bibirnya mulai mengisap bibirku. aku pasrah ketika dia cukup lama mengecup bibirku. “Mas”, desahku ketika dia melepas bibirnya, seakan aku gak rela dia melepaskan bibirku. Diapun mengecup bibirku lagi, kali ini lebih lama lagi. Demikianlah sepanjang film itu kami tidak menikmati filmnya tetapi aku menikmati bagaimana bibirnya mengulum-ngulu bibirku. “Mas, aku sayang sekali ma mas, aku mau jadi pacar mas”.

Sejak kejadian dibioskop itu, kami menjadi rutin berciuman kalo ketemu, paling tidak kami melakukannya sebentar di mobil sebelum mobil jalan atau sebelum aku turun didepan rumahku. Temenku mengingatkan aku agar jangan terlalu larut dalam berhubungan dengan Mas, karena dia dah berkeluarga. “Nanti kamu yang nyesel lo kalo dia harus mutusin hubungan kamu dengan dia”. Tapi aku tidak mengindahkan himbauan temanku. Aku seakan buta tertutup cinta yang makin lama makin berkobar-kobar.

Sampai suatu weekend, dia mengajakku ke satu vila diluar kota, katanya dia
mau survei tempat itu karena akan diadakan perhelatan disana. “Temenin aku yuk, mumpung bisa keluar kota ma kamu. Mau ya sayang”. Karena aku dah lama pengen berdua dia seharian, aku turuti saja ajakannya. Ke ortu, aku pamit mo jalan ma temen2 ke vila mereka. Aku seneng sekali ketika dah duduk disebelahnya dalam mobilnya. Mobilnya meluncur arah luar kota. Saat itu aku mengenakan celana ketat dari kain yang cukup tipis berwarna putih sehingga bentuk bokongku yang bulat padat begitu kentara, dan bahkan saking ketatnya CDku sampai kelihatan sekali berbentuk segitiga. Atasannya aku mengenakan baju kaos putih ketat dan polos sehingga bentuk toketku yang membulat terlihat jelas, kaosku yang cukup tipis membuat braku yang berwarna putih terpampang jelas sekali. “Din, kamu seksi sekali deh pake pakean kaya gitu”. “Mas suka kan”. “Suka banget, palagi kalo amu gak pake baju Din”. “Ih mas, mulai deh genit, aku turun disini aja deh”, aku pura2 merajuk, padahal dalam hati seneng sekali mendengar pujiannya. “Ya udah turun aja he he”, tertawanya berderai ketika dia mengatakan hal itu, tetpi mobil tetap melaju kencang. “Katanya disuruh turun, kok gak minggir”. “Loncat aja kalo berani”. “mas, iih”, kataku sambil mencubit pinggangnya, mesra. Dia menggeliat kegelian, “Jangan dikitikin dong, nanti nabrak lo”. “abis mas sih
mulai duluan”. Sepanjang jalan kami bercanda rian, sesekali tangannya gantian menggelitiki pinggangku, sehingga aku menggelinjang. Kadang tangannya mendarat di pahaku dan mengelus2nya sampe kedeket pangkal pahaku. aku menjadi merinding karena rabaannya. Maklum deh dia pria pertama yang melakukan hal ini. “Maas”, aku hanya melenguh ketika pahaku dielus2 begitu. Karena aku tidak menolak, maka dia meneruskan elusannya dipahaku. aku menjadi gelisah, dudukku gak bisa diam, ada rasa geli bercampur nikmat dan aku merasa pengen kencing. “Mas maih jauh ya”.
“Napa Din”. “aku pengen pipis”. “Bentar lagi juga sampe. Itu bukan pengen pipis biasa Din”. “abis apaan?” “Pasti kamu terangsang ya karena aku ngelus2 paha kamu”. “Ih”, kucubit lagi pinggangnya.

Mobilnya sudah masuk ke satu vila. Ada seorang bapak2 yang menyambut di gerbang vila. Dia orang yang ditugaskan pemilik vila untuk menunggui vila itu. Aku keluar dari mobil, ikut dengan dia melihat lokasi. Vilanya tidak terlalu besar tetapi halamannya luas. Dia mulai mengeluarkan catatannya, mengukur sana mengukur sini, mencoret2 di buku catatannya. Kadang dia menanyakan pendapatku tentang satu hal. Aku menjawab setauku saja. “Setelah selesai, dia berkata kepada si bapak, “Pak kami mo menginap di vila ini”. “Iya, yang
punya dah kasi tau bapak, ya silahkan saja pak. sudah saya sediakan makanan secukupnya di lemari es, kalo mo makan ya silahkan dihangatkan dulu. soalnya bapak mo pulang”. Si bapak meninggalkan kami berdua. “Din, kita honimun ya”, katanya sambil tersenyum. aku jadi berdebar2membayangkan apa yang aka dilakukannya padaku. Aku sering mendengar cerita teman2ku ang sudah pernah berhubungan sex dengan cowo2nya, mendengar betapa nikmatnya kalo memek kemasukan kontol. Aku jadi merinding sendiri, aku pengen juga mengalami kenikmatan itu.

Aku menghempaskan pantatku di sofa, dia menyusulku segera dan duduk rapat di sampingku, “Dina sayang” katanya sambil menggenggam erat dan mesra kedua belah tanganku. Selesai berkata begitu dia mendekatkan mukanya ke wajahku, dengan cepat dia mengecup bibirku dengan lembut. Hidung kami bersentuhan lembut. Dia mengulum bibir bawahku, disedot sedikit. Lima detik kemudian, dia melepaskan kecupan bibirnya dari bibirku. Aku saat kukecup tadi memejamkan mata, “Aku pengen melakukan itu ma
kamu, sayang. Kamu bersediakah?”, rayunya lebih lanjut. Dia berusaha mengecup bibirku lagi, namun dengan cepat aku melepaskan tangan kananku dari remasannya, dadanya kutahan dengan lembut. “Mass” bisikku lirih. “Dina sayang, mau ya”, rayunya lagi. “Tapi mass, aku takut Mas”, jawabku. “Takut apa sayang, katakanlah”, bisiknya kembali sambil meraih tanganku. “Aku takut Mas nanti meninggalkan aku”, bisikku. Dia menggenggam kuat kedua tanganku lalu secepat kilat dia mengecup bibirku. “Dina sayangku, aku terus terang tidak bisa menjanjikan apa-apa sama kamu tapi percayalah aku akan membuktikannya kepadamu, aku akan selalu sayang sama kamu”, bujuknya
untuk lebih meyakinkanku. “Tapi Mas” bisikku masih ragu. “Din, percayalah, apa aku perlu bersumpah sayang, kita memang masih baru beberapa bulan kenal sayang, tapi percayalah, yakinlah sayang, kalau Tuhan menghendaki kita pasti selalu bersama sayang”, rayunya lagi. “Lalu kalau aku sampai hamil gimana mass?” ujarku sembari menatapnya.”Aah, jangan khawatir sayang, aku akan bertanggung jawab semuanya kalau kamu sampai hamil, bagaimana sayang?” bisiknya. Rasioku sudah tidak jalan dengan baik, tertutup oleh rayuan mautnya dan rasa ingin merasakan kenikmatan yang makin menggebu.
Tangannya bergerak semakin berani, yang tadinya hanya meremas jemari tangan kini mulai meraba ke atas menelusuri dari pergelangan tangan terus ke lengan sampai ke bahu lalu diremasnya dengan lembut. Dia memandangi toketku dari balik baju kaosku yang ketat, “Mas harus janji dulu sebelum…” aku tak melanjutkan ucapanku. “Sebelum apa sayang, katakanlah”, bisiknya tak sabar. Kini jemari tangan kanannya mulai semakin nekat menggerayangi pinggulku, ketika jemarinya merayap ke belakang diusapnya belahan pantatku lalu diremasnya dengan gemas. “aahh… Mas”, aku merintih pelan. “Mas aah mmas.. aku rela menyerahkan semuanya asal Mas mau bertanggung jawab nantinya”, aku berbisik semakin lemah, saat itu jemari tangan kanannya bergerak semakin menggila, menelusup ke pangkal pahaku, dan mulai
mengelus gundukan bukit memekku. Diusapnya perlahan dari balik celanaku yang amat ketat, dua detik kemudian dia memaksa masuk jemari tangannya di selangkanganku dan bukit memekku itu telah berada dalam genggaman tangannya. Aku menggelinjang kecil, saat jemari tangannya mulai meremas perlahan. Dia mendekatkan mulutnya kembali ke bibirku hendak mencium, namun aku menahan dadanya dengan tangan kananku, “eeehh Mas..berjanjilah dulu Mas”, bisikku di antara desahan nafasnya yang mulai sedikit memburu. “Oooh Dina sayang, aku berjanji untuk bertanggung jawab, aahh aku menginginkan keperawananmu sayang”, ucapnya. Sementara jemari tangannya yang sedang berada di sela-sela selangkangan pahaku itu meremas gundukan memekku lagi. “Ba.. baiklah Mas, aku percaya sama Mas”, bisikku. “Jadi?” tanyanya. “hh. lakukanlah mass, aku milik Mas seutuhnya.. hh..” jawabku. “Benarkah? ooh..Dina sayanggg.” Secepat kilat bibirku kembali dikecup dan dikulumnya, digigit lembut, disedot. Hidung kami bersentuhan lembut. Dengus nafasku terdengar memburu saat dia mengecup dan
mengulum bibirku cukup lama. DIa mempermainkan lidahnya di dalam mulutku, aku mulai berani membalas cumbuannya dengan menggigit lembut dan mengulum lidahnya dengan bibirku. Lidah kami bersentuhan, lalu dia mengecup dan mengulum bibir atas dan bawahku secara bergantian. Terdengar suara kecapan-kecapan kecil saat bibir kami saling mengecup. “aah Dina sayang, kamu pintar sekali, kamu pernah punya pacar yaach?” tanyanya curiga. “Mm aku belum pernah punya pacar Mas, kan Mas yang selama ini ngajari aku ciuman”, sahutku. “Wah kamu belajarnya cepat seklai ya, jangan-jangan kamu sering nonton film porno yaa?” godanya. Aku tersenyum malu, dan
wajahku pun tiba-tiba bersemu merah, aku menundukkan mukaku, malu. “I…iya Mas, beberapa kali”, sahutku terus terang sambil tetap menundukkan muka. “Dina sayang, kamu nggak kecewa khan karena aku benar-benar sangat menginginkan keperawananmu sayang?” tanyanya. “Aku serahkan apa yang bisa aku persembahkan buat Mas, aku ikhlas, lakukanlah Mas kalau Mas benar-benar menginginkannya”, sahutku lirih.

Jemari tangan kanannya yang masih berada di selangkanganku mulai bergerak menekan ke gundukan memekku yang masih perawan, lalu diusap-usap ke atas dan ke bawah dengan gemas. Aku memekik kecil dan mengeluh lirih, kupejamkan mataku rapat-rapat, sementara wajahku nampak sedikit berkeringat. Dia meraih kepalaku dalam pelukannya dengan tangan kiri dan dia mencium rambutku. “Oooh masss”, bisikku lirih. “Enaak sayang diusap-usap begini”, tanyanya. “hh… iiyyaa mass”, bisikku polos. Jemarinya kini bukan cuma mengusap tapi mulai meremas bukit memekku dengan sangat gemas. “sakit Mas aawww” aku memekik kecil dan pinggulku menggelinjang keras. Kedua pahaku yang tadi menjepit pergelangan tangan kanannya kurenggangkan. Dia mengangkat wajah dan daguku kearahnya, sambil merengkuh tubuhku agar lebih merapat ke badannya lalu kembali dia mengecup dan mencumbu bibirku dengan bernafsu.

Puas mengusap-usap bukit memekku, kini jemari tangan kanannya bergerak merayap ke atas, mulai dari pangkal paha terus ke atas menelusuri pinggang sampai ujung jemarinya berada di bagian bawah toketku yang sebelah kiri. Dia mengelus perlahan di situ lalu mulai mendaki perlahan, akhirnya jemari tangannya seketika meremas kuat toketku dengan gemasnya. Seketika itu pula aku melepaskan bibirku dari kuluman bibirnya, “aawww… Mas sakitt, jangan keras-keras dong meremasnya”, protesku. Kini secara bergantian jemari tangannya meremas kedua toketku dengan lebih lembut. Aku
menatapnya dan membiarkan tangannya menjamah dan meremas-remas kedua toketku.

“Auuggghh..” tiba2 dia menjerit lumayan keras dan meloncat berdiri. Aku yang tadinya sedang menikmati remasan pada toketku jadi ikutan kaget. “Eeehh kenapa Mas?” “Aahh anu sayang… kontolku sakit nih”, sahutnya sambil buru-buru membuka celana panjangnya di hadapanku. Aku tak menyangka dia berbuat demikian hanya memandangnya dengan terbelalak kaget. Dia membuka sekalian CDku dan “Tooiiing”, kontolnya yang sudah tegang itu langsung mencuat dan mengacung keluar mengangguk-anggukan kepalanya naik turun . “aawww… Mas jorok”, aku menjerit kecil sambil memalingkan mukaku ke samping dan menutup mukaku dengan tangan. “He…he…” dia terkekeh geli, batang kontolnya sudah kelihatan tegang berat, urat-urat di
permukaan kontolnya sampai menonjol keluar semua. Batang kontolnya bentuknya montok, berurat, dan besar. Sementara aku masih menutup muka tanpa bersuara, dia mengocok kontolnya dengan tangan kanannya, “Uuuaahh…nikmatnya”. “Din sebentar yaa… aku mau cuci kontolku dulu yaa… bau nih soalnya”, katanya sambil ngibrit ke belakang, kontolnya yang sedang “ON” tegang itu jadi terpontang-panting sambil mengangguk-anggukkan kepalanya ke sana ke mari ketika dia berlari. Aku masih terduduk di atas sofa dan begitu melihatnya keluar berlari tanpa pakai celana jadi terkejut lagi melihat kontolnya yang sedang tegang bergerak manggut-manggut naik
turun. “aawww…” teriakku kembali sembari menutup mukaku dengan kedua jemari tanganku. “Iiihh… Din… takut apa sih, kok mukanya ditutup begitu”, tanyanya geli. “Itu Mas, kontol Mas”, sahutku lirih. “Lhoo… katanya sudah sering nonton BF kok masih takut, kamu kan pasti sudah lihat di film itu kalau kontol cowok itu bentuknya gini”, sahutnya geli. “Iya…m..Mas, tapi kontol Mas mm besar sekalii”, sahutku masih sambil menutup muka. “Yaach… ini sih kecil dibanding di film nggak ada apa-apanya, itu khan film barat, kontol mereka jauh lebih gueedhee… kalau kontolku kan ukuran orang Indonesia sayang, ayo sini dong kontolku kamu pegang sayang, ini kan milik kamu juga”, sahutnya nakal. “Iiih… malu aah Mas, jorok.” “Alaa.. malu-malu sih sayang, aku yang telanjang saja nggak malu sama kamu, masa kamu yang masih pakaian lengkap malu, ayo dong sayang kontol Mas dipegang biar kamu bisa merasakan milik kamu sendiri”, sahutnya sembari meraih kedua tanganku yang masih menutupi mukaku. pada mulanya aku menolak sambil memalingkan wajahku ke samping, namun setelah dirayu-rayu akhirnya aku mau juga.

kedua tanganku dibimbingnya ke arah selangkangannya, namun kedua mataku masih kupejamkan rapat. Jemari kedua tanganku mulai menyentuh kepala kontolnya yang sedang ngaceng. Mulanya jemari tanganku hendak kutarik lagi saat menyentuh kontolnya yang ngaceng namun karena dia memegang kedua tanganku dengan kuat, dan memaksanya untuk memegang kontolnya itu, akhirnya aku hanya menurut saja. Pertama kali aku hanya mau memegang dengan kedua jemarinya. “Aah… terus sayang pegang erat dengan kedua tanganmu”, rayunya penuh nafsu. “Iiih… keras sekali Mas”, bisikku sambil tetap memejamkan mata. “Iya sayang, itu tandanya aku sedang ngaceng
sayang, ayo dong digenggam dengan kedua tanganmu, aahh…” dia mengerang nikmat saat tiba-tiba saja aku bukannya menggenggam tapi malah meremas kuat. Aku terpekik kaget, “Iiih sakit mass…” tanyaku. Aku menatapnya gugup. “Ooouhh jangan dilepas sayang, remas seperti tadi lekas sayang oohh…” erangnya lirih. Aku yang semula agak gugup, menjadi mengerti lalu jemari kedua tanganku yang tadi sedikit merenggang kini bergerak dan meremas kontolnya seperti tadi. Dia melenguh nikmat. Aku kini sudah berani menatap kontolnya yang kini sedang kuremas, jemari kedua tanganku itu secara bergantian meremas batang dan kepala kontolnya. Jemari kiri berada di atas kepala kontolnya sedang jemari yang kanan meremas kontolnya. .dia
hanya bisa melenguh panjang pendek. “.sshh…Din… terusss sayang, yaahh… ohh…ssshh”, lenguhnya keenakan. Aku memandangnya sambil tersenyum dan mulai mengusap-usap maju mundur, setelah itu kugenggam dan kuremas seperti semula tetapi kemudian aku mulai memompa dan mengocok kontolnya itu maju mundur. “Aakkkhh… ssshh” dia menggelinjang menahan nikmat. Aku semakin bersemangat melihatnya merasakan kenikmatan, kedua tanganku bergerak makin cepat maju mundur mengocok kontolnya. Dia semakin tak terkendali, “Din… aahhgghh… sshh…awas pejuku mau keluarr” teriaknya keras. aku meloncat berdiri begitu dia mengatakan kalimat itu, aku melepaskan remasan tanganku dan berdiri ke sebelahnya, sementara pandangan mataku tetap ke arah kontolnya yang baru kukocok. “Kamu kok lari sih…” bisiknya lirih disisiku. “Tadi katanya pejunya mau keluar mass… kok nggak jadi?” tanyaku polos. Rupanya dia gak mau ngecret karena aku kocok makanya dia bilang
pejunya mau keluar.

Dia meraih tubuhku yang berada di sampingnya dan dipeluknya dengan gemas, aku menggelinjang saat dia merapatkan badannya ke tubuhku sehingga toketku yang bundar montok menekan dadanya yang bidang. Aku merangkulkan kedua lenganku ke lehernya, dan tiba-tiba ia pun mengecup bibirku dengan mesra, kemudian dilumatnya bibirku sampai aku megap-megap kehabisan napas. Terasa kontolnya yang masih full ngaceng itu menekan kuat bagian pusarku, karena memang tubuhnya lebih tinggi dariku. Sementara bibir kami bertautan mesra, jemari tangannya mulai menggerayangi bagian bawah tubuhku, dua detik kemudian jemari kedua tangannya telah berada di atas bulatan kedua belah bokongku. Diremasnya dengan gemas, jemarinya bergerak memutar di bokongku. Aku merintih dan mengerang kecil dalam cumbuannya. Lalu dia merapatkan bagian bawah tubuhnya ke depan sehingga mau tak mau kontolnya yang tetap tegang itu jadi terdesak perutku lalu menghadap ke atas. Aku tak memberontak dan diam saja. Sementara itu dia mulai menggesek-gesekkan kontolnya yang tegang itu di perutku. Namun baru juga 10 detik aku melepaskan ciuman dan pelukannya dan tertawa-tawa kecil, “Kamu apaan sih kok ketawa”, tanyanya heran. “Abisnya… Mas sih,
kan aku geli digesekin kaya gitu”, sahutku sambil terus tertawa kecil. Dia segera merengkuh tubuhku kembali ke dalam pelukannya, dan aku tak menolak saat dia menyuruhku untuk meremas kontolnya seperti tadi. Segera jemari tangan kananku mengusap dan mengelus-elus kontolnya dan sesekali kuremas. Dia menggelinjang nikmat. “aagghh… Din… terus sayang…” bisiknya mesra. Wajah kami saling berdekatan dan aku memandang wajahnya yang sedang meringis menahan rasa nikmat. “Enaak ya mass…” bisikku mesra. Jemari tanganku semakin gemas saja mempermainkan kontolnya bahkan mulai kukocok seperti tadi. Dia melepaskan kecupan dan pelukanku. “Gerah nih sayang, aku buka baju dulu yaah sayang”, katanya sambil terus mencopot kancing kemejanya satu persatu lalu dilemparkan sekenanya ke samping.

Kini dia benar-benar polos dan telanjang bulat di hadapanku. Aku masih tetap
mengocok kontolnya maju mundur. “Sayang… kau suka yaa sama kontolku”, katanya. Sambil tetap mengocok kontolnya aku menjawab dengan polos. “suka sih Mas… habis kontol Mas lucu juga, keras banget Mas kayak kayu”, ujarku tanpa malu-malu lagi. “Lucu apanya sih?” tanyanya. Aku memandangnya sambil tersenyum “pokoknya lucu saja”, bisikku lirih tanpa penjelasan. “Gitu yaa… kalau memek kamu seperti apa yaa… aku pengen liat dong”, katanya. Aku mendelik sambil melepaskan tanganku dari kontolnya.
“Mas jorok ahh…” sahutku malu-malu. “Ayo, aku sudah kepengen ngerasain nih… aku buka ya celana kamu”, katanya lagi. Dan dengan cepat dia berjongkok di depanku, kedua tangannya meraih pinggulku dan didekatkan ke arahnya. Pada mulanya aku agak memberontak dan menolak tangannya namun begitu aku memandang wajahnya yang tersenyum padaku akhirnya aku hanya pasrah dan mandah saat jemari kedua tangannya mulai gerilya mencari ritsluiting celana ketatku yang berwarna putih itu.

Mukanya persis di depan selangkanganku sehingga dia dapat melihat gundukan bukit memekku dari balik celana ketatku. Dia semakin tak sabar, dan begitu menemukan ritsluitingku segera ditariknya ke bawah sampai terbuka, kebetulan aku tak memakai sabuk sehingga dengan mudah dia meloloskan dan memplorotkan celanaku sampai ke bawah. Sementara pandangannya tak pernah lepas dari selangkanganku, dan kini terpampanglah di depannya CDku yang berwarna putih bersih itu tampak sedikit menonjol di tengahnya. Terlihat dari CDku yang cukup tipis itu ada warna kehitaman,
jembutku. Waahh… dia memandang ke atas dan aku menatapnya sambil tetap
tersenyum. “Aku buka ya.. CDnya”, tanyanya. Aku hanya menganggukan kepala perlahan. Dengan gemetar jemari kedua tangannya kembali merayap ke atas menelusuri dari kedua betisku terus ke atas sampai kedua belah paha, dia mengusap perlahan dan mulai meremas. “Oooh…Masss” aku merintih kecil. kemudian jemari kedua tangannya merayap ke belakang kebelahan bokongku yang bulat. Dia meremas gemas disitu. Ketika jemari tangannya menyentuh tali karet CDku yang bagian atas, sreeet… secepat kilat ditariknya ke bawah CDku itu dengan gemas dan kini terpampanglah sudah daerah ‘forbidden’ ku.

Menggembung membentuk seperti sebuah gundukan bukit kecil mulai dari bawah pusarku sampai ke bawah di antara kedua belah pangkal pahaku, sementara di bagian tengah gundukan bukit memekku terbelah membentuk sebuah bibir tebal yang mengarah ke bawah dan masih tertutup rapat menutupi celah liang memekku. Dan di sekitar situ ada jembut yang cukup lebat. “Oohh.. Din, indahnya…” Hanya kalimat itu yang sanggup diucapkan saat itu. Dia mendongak ketika aku sedang membuka baju kaosku, setelah melemparkan kaos sekenanya kedua tanganku lalu menekuk ke belakang punggungnya hendak membuka braku dan tesss… bra itupun terlepas jatuh di
mukanya. Selanjutnya aku melepas juga celana dan CDku yang masih tersangkut di mata kakiku, lalu sambil tetap berdiri di depannya, aku tersenyum manis kepadanya, walaupun wajahku sedikit memerah karena malu. Toketku berbentuk bulat seperti buah apel, besarnya kira-kira sebesar dua kali bola tenis, warnanya putih bersih hanya pentil kecilnya saja yang tampak berwarna merah muda kecoklatan. “kamu cantik sekali sayang”, bisiknya lirih. Aku mengulurkan kedua tanganku kepadanya mengajaknya berdiri lagi. “Mass… aku sudah siap, aku sayang sama Mas, aku akan serahkan
semuanya seperti yang Mas inginkan”, bisikku mesra. Dia merangkul tubuhku yang telanjang. Badanku seperti kesetrum saat kulitku menyentuh kulit nya, kedua toketku yang bulat menekan lembut dadanya yang bidang. Jemari tangannya tergetar saat mengusap punggungku yang telanjang, “Aahh.. Din kita ng***** di kamar yuk, aku sudah kepingin ngen tot sayang”, bisiknya tanpa malu-malu lagi. Aku hanya tersenyum dalam pelukannya. “Terserah Mas saja, mau ng*****nya dimana”, sahutku mesra.

Dengan penuh nafsu dia segera meraih tubuhku dan digendongnya ke dalam kamar. Direbahkannya tubuhku yang telanjang bulat itu di atas kasur busa di dalam kamar tengah, tempat tidur itu tak terlalu besar, untuk 2 orang pun harus berdempetan. Suasana dalam kamar kelihatan gelap karena semua gorden tertutup, gorden yang berada dalam kamar ini sama sekali tidak menghadap ke jalan umum namun menghadap ke kebun di belakang. Dia segera membuka gorden agar sinar matahari sore dapat masuk, dan benar saja begitu disibakkan sinar matahari dari arah barat langsung menerangi seluruh isi kamar. Dia memandangi tubuhku yang telanjang bulat di ranjang. Segera dia menaiki ranjang, aku memandangnya sambil tersenyum. Dia
merayap ke atas tubuhku yang bugil dan menindihnya, sepertinya dia sudah tak sabar ingin segera memasuki memekku. “Buka pahamu sayang, aku ingin mengen totimu sekarang”, bisiknya bernafsu. “Mass…” aku hanya melenguh pasrah saat dia setengah menindih tubuhku dan kontolku yang tegang itu mulai menusuk celah memekku, tangannya tergetar saat membimbing kontolnya mengelus memekku lalu menelusup di antara kedua bibir memekku. “Sayang, aku masukkan yaah… kalau sakit bilang sayang.. kamu kan masih perawan.” “Pelan-pelan Mas”, bisikku pasrah. Lalu dengan jemari tangan kanannya diarahkannya kepala kontolnya ke memekku. Aku memeluk
pinggangnya mesra, sementara dia mencari liang memekku di antara belahan bukit memekku. Dia mencoba untuk menelusup celah bibir memekku bagian atas namun setelah ditekan ternyata jalan buntu. “Agak ke bawah Mas, aahh kurang ke bawah lagi Mas… mm.. yah tekan di situ Mas… aawww pelan-pelan Mas sakiiit”, aku memekik kecil dan menggeliat kesakitan. Akhirnya dia berhasil menemukan celah memekku itu setelah aku menuntunnya, diapun mulai menekan ke bawah, kepala kontolnya dipaksanya untuk menelusup ke dalam liang memekku yang sempit. Dia mengecup bibir ku sekilas lalu berkonsentrasi kembali untuk segera dapat membenamkan kontolnya seluruhnya ke dalam liang memekku. Aku mulai merintih dan memekik-mekik kecil ketika kepala kontolnya yang besar mulai berhasil menerobos liang memekku yang sangat-sangat sempit sekali. “Tahan sayang…aku masukkan lagi, sempit sekali
sayang aahh”, erangnya mulai merasakan kenikmatan dan kurasakan kepala kontolnya berhasil masuk dan terjepit ketat sekali dalam liang memekku. “aawwww…. masss sakiit…” teriakku memelas, tubuhku menggeliat kesakitan. Dia berusaha menentramkan aku sambil mengecup mesra bibirku dan dilumat dengan perlahan. Lalu, “tahan sayang, baru kepalanya yang masuk sayang, aku tekan lagi yaah”, bisiknya.

Tiba2 dia mencabut kembali kontolnya yang baru masuk kepalanya saja itu dengan perlahan. “Ah… sayang, aku masukin nanti saja deh, liang memekmu masih sangat sempit dan kering sayang.” “memekku sakit Mas”, erangku lirih. “Yahh… aku tahu sayang kamu kan masih perawan, kita bercumbu dulu sayang, aku kepingin melihat kamu nyampe”, bisiknya bernafsu. Segera dia merebahkan badannya di atas tubuhku dan dipeluknya dengan kasih sayang, “Din… hh.. bagaimana perasaanmu sayang”, bisiknya mesra. Aku memandangnya dan tertawa renyah. “mm… aku bahagia sekali bersama Mas seperti ini, rasanya nikmat ya Mas berpelukan sambil telanjang kaya gini”, ujarku polos. “Iyaa sayang, anggaplah aku suamimu saat ini sayang”, bisiknya
nakal. “Iih.. Mas, Mas cumbui isterimu dong, beri istrimu kenik…mmbhh”, belum sempat aku selesai ngomong, dia sudah melumat bibirku. Aku membalas ciumannya dan melumat bibirnya dengan mesra.Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan aku langsung mengulumnya hangat, begitu sebaliknya. Jemari tangan kirinya merayap ke bawah menelusuri sambil mengusap tubuhku mulai pundak terus ke bawah sampai ke pinggul dan diremasnya dengan gemas. Ketika tangannya bergerak kebelakang ke bulatan bokongku, dia mulai menggoyangkan seluruh badannya menggesek tubuhku yang bugil terutama pada bagian selangkangan dimana kontolnya yang sedang tegang-tegangnya menekan gundukan bukit memekku. Dia menggerakkan pinggulnya secara
memutar sambil menggesek-gesekkan batang kontolnya di permukaan bibir memekku sambil sesekali ditekan-tekan. Aku ikut-ikutan menggelinjang kegelian, beberapa kali kepala kontolnya yang tegang salah sasaran memasuki belahan bibir memekku seolah akan menembus liang memekku lagi. Aku hanya merintih kesakitan dan memekik kecil, “Aawwww… Mas saakiit”, erangku. “Aahh.. Din… memekmu empuk sekali sayang, ssshh”, dia melenguh keenakan.

Beberapa menit kemudian setelah kami puas bercumbu bibir, dia menggeser tubuhnya kebawah sampai mukanya tepat berada di atas kedua bulatan toketku, kini ganti perutnya yang menekan memekku. Jemari kedua tangannya secara bersamaan mulai menggerayangi gunung “Fujiyama” milikku, dia mulai menggesekkan ujung-ujung jemarinya mulai dari bawah toketku di atas perut terus menuju gumpalan kedua toketku yang kenyal dan montok. Aku merintih dan menggelinjang antara geli dan nikmat. “Mass, geli”, erangku lirih. Beberapa saat dia mempermainkan kedua pentilku yang kemerahan dengan ujung jemarinya. Aku menggelinjang lagi, dipuntirnya sedikit pentilku dengan lembut. ” Mas…” aku semakin mendesah tak karuan. Secara bersamaan
akhirnya dia meremas-remas gemas kedua toketku dengan sepenuh nafsu. “Aawww…Mas”, aku mengerang dan kedua tanganku memegangi kain sprei dengan kuat. Dia semakin menggila tak puas meremas lalu mulutnya mulai menjilati kedua toketku secara bergantian. Lidahnya menjilati seluruh permukaan toketku itu sampai basah, mulai dari toket yang kiri lalu berpindah ke toket yang kanan, digigit-gigitnya pentilku secara bergantian sambil diremas-remas dengan gemas sampai aku berteriak-teriak kesakitan. Lima menit kemudian lidahnya bukan saja menjilati kini mulutnya mulai beraksi menghisap kedua pentilku sekuat-kuatnya. Dia tak peduli aku menjerit dan
menggeliat kesana-kemari, sesekali kedua jemari tanganku memegang dan meremasi rambutnya, sementara kedua tangannya tetap mencengkeram dan meremasi kedua toketku bergantian sambil menghisap-hisap pentilnya. Bibir dan lidahnya dengan sangat rakus mengecup, mengulum dan menghisap kedua toketku. Di dalam mulutnya pentilku dipilin dengan lidahnya sambil terus dihisap. Aku hanya bisa mendesis, mengerang, dan beberapa kali memekik kuat ketika giginya menggigiti pentilku dengan gemas, hingga tak heran kalau di beberapa tempat di kedua bulatan toketku itu nampak berwarna kemerahan bekas hisapan dan garis-garis kecil bekas gigitannya.

Cukup lama dia mengemut toketku, setelah itu bibir dan lidahnya kini merayap menurun ke bawah. Ketika lidahnya bermain di atas pusarku, aku mulai mengerang-erang kecil keenakan, dia mengecup dan membasahi seluruh perutku. Ketika dia bergeser ke bawah lagi dengan cepat lidah dan bibirnya telah berada di atas gundukan bukit memekku. “Buka pahamu Din..” teriaknya tak sabar, posisi pahaku yang kurang membuka itu membuatnya kurang leluasa untuk mencumbu memekku itu. “Oooh… masss”, aku hanya merintih lirih. Dia membetulkan posisinya di atas selangkangan ku. Aku membuka ke dua belah pahaku lebar-lebar, aku sudah sangat terangsang sekali. Kedua tanganku masih tetap memegangi kain sprei, aku kelihatan tegang sekali. “Sayang… jangan tegang begitu dong sayang”, katanya mesra.
“Lampiaskan saja perasaanmu, jangan takut kalau IDin merasa nikmat, teriak saja sayang biar puass….” katanya selanjutnya. Sambil memejamkan mata aku berkata lirih. “Iya mass eenaak sih mass”, kataku polos. Dia memandangi memekku yang sudah ditumbuhi jembut namun kulit dimemekku dan sekitarnya itu tidak tampak keriput sedikitpun, masih kelihatan halus dan kencang. Bibir memekku kelihatan gemuk dan padat berwarna putih sedikit kecoklatan, sedangkan celah sempit yang berada di
antara kedua bibir memekku itu tertutup rapat. “MAs… ngapain sih kok ngelamun, bau yaa Mas?” tanyaku sambil tersenyum. Wajahku sedikit kusut dan berkeringat.”abisnya memekmu lucu sih, bau lagi”, balasnya nakal. “Iiihh… jahat”, Belum habis berkata begitu aku memegang kepalanya dan mengucek-ucek rambutnya. Dia tertawa geli.

Selanjutnya aku menekan kepalanya ke bawah, sontak mukanya terutama hidung dan bibirnya langsung nyosor menekan memekku, hidungnya menyelip di antara kedua bibir memekku. Bibirnya mengecup bagian bawah bibir memekku dengan bernafsu, sementara jemari kedua tangannya merayap ke balik pahaku dan meremas bokongku yang bundar dengan gemas. Dia mulai mencumbui bibir memekku yang tebal itu secara bergantian seperti kalau dia mencium bibirku. Puas mengecup dan mengulum bibir bagian atas, dia berpindah untuk mengecup dan mengulum bibir memekku bagian bawah. Karena ulahnya aku sampai menjerit-jerit karena nikmatnya, tubuhku menggeliat hebat dan terkadang meregang kencang, beberapa kali kedua pahaku sampai menjepit kepalanya yang lagi asyik masyuk bercumbu dengan bibir memekku. Dia memegangi kedua belah bokongku yang sudah berkeringat agar tidak bergerak terlalu banyak, sepertinya dia tak rela melepaskan pagutan bibirnya pada bibir memekku. aku mengerang-erang dan tak jarang memekik cukup kuat saking nikmatnya. Kedua tanganku meremasi rambutnya sampai kacau, sambil menggoyang-goyangkan pinggulku. Kadang pantat kunaikkan sambil mengejan nikmat atau kadang kugoyangkan memutar seirama dengan jilatan lidahnya pada seluruh permukaan memekku. aku berteriak makin keras, dan terkadang seperti orang menangis saking
tak kuatnya menahan kenikmatan yang diciptakannya pada memekku. Tubuhku menggeliat hebat, kepalaku bergerak ke kiri dan ke kanan dengan cepat, sambil mengerang tak karuan. Dia semakin bersemangat melihat tingkahku, mulutnya semakin buas, dengan nafas setengah memburu disibakkannya bibir memekku dengan jemari tangan kanannya, terlihat daging berwarna merah muda yang basah oleh air liurnya bercampur dengan cairan lendirku, agak sebelah bawah terlihat celah liang memekku yang amat sangat kecil dan berwarna kemerahan pula. Dia mencoba untuk membuka bibir memekku agak lebar, namun aku memekik kecil karena sakit. “aawww mass..
sakiit”, pekikku kesakitan. “maaf sayang, sakit yaa…” bisiknya khawatir. Dia mengusap dengan lembut bibir memekku agar sakitnya hilang, sebentar kemudian lalu disibakkan kembali pelan-pelan bibir memekku, celah merahnya kembali terlihat, agak ke atas dari liang memekku yang sempit itu ada tonjolan daging kecil sebesar kacang hijau yang juga berwarna kemerahan, inilah itil, bagian paling sensitif dari memek wanita. Lalu secepat kilat dengan rakus lidahnya dijulurkan sekuatnya keluar dan mulai menyentil-nyentil daging itilku. Aku memekik sangat keras sambil menyentak-nyentakkan kedua kakiku ke bawah. Aku mengejang hebat, pinggulku bergerak liar dan kaku, sehingga
jilatannya pada itilku jadi luput. Dengan gemas dia memegang kuat-kuat kedua belah pahaku lalu kembali menempelkan bibir dan hidungnya di atas celah kedua bibir memekku, dia menjulurkan lidahnya keluar sepanjang mungkin lalu ditelusupkannya lidahnya menembus jepitan bibir memekku dan kembali menyentil nikmat itilku dan, aku memekik tertahan dan tubuhku kembali mengejan sambil menghentak-hentakkan kedua kakiku, pantat ku angkat ke atas sehingga lidahnya memasuki celah bibir memekku lebih dalam dan menyentil-nyentil itilku. Begitu singkat karena tak sampai 1 menit aku
terisak menangis dan ada semburan lemah dari dalam liang memekku berupa cairan hangat agak kental banyak sekali. Dia masih menyentil itilku beberapa saat sampai tubuhku terkulai lemah dan akhirnya pantatku pun jatuh kembali ke kasur. Aku melenguh panjang pendek meresapi kenikmatan yang baru kurasakan, sementara dia masih menyedot sisa-sisa lendir yang keluar ketika aku nyampe. Seluruh selangkanganku tampak basah penuh air liur bercampur lendir yang kental. Dia menjilati seluruh permukaan memekku sampai agak kering, “Sayaang… puas kan…” bisiknya lembut namun aku sama sekali tak menjawab, mataku terpejam rapat namun mulutku tersenyum bahagia. “Giliranku sayang, aku mau masuk nih… tahan sakitnya sayang”,
bisiknya lagi tanpa menunggu jawabannya.

Dia segera bangkit dan duduk setengah berlutut di atas tubuhku yang telanjang berkeringat. Toketku penuh lukisan hasil karyanya. Dengan agak kasar dia menarik kakiku ke atas dan ditumpangkannya kedua pahaku pada pangkal pahanya sehingga kini selangkanganku menjadi terbuka lebar. Dia menarik bokongku ke arahnya sehingga kontolnya langsung menempel di atas memekku yang masih basah. Dia mengusap-usapkan kepala kontolnya pada kedua belah bibir memekku dan lalu beberapa saat kemudian dengan nakal kontolnya ditepuk-tepukkan dengan gemas ke memekku. Aku menggeliat manja dan tertawa kecil, “Mas… iiih.. gelii.. aah”, jeritku manja. “Sayaang, kontolku mau masuk nih… tahan yaa sakitnya”, bisiknya nakal penuh nafsu. “Iiihh… jangan kasar ya mass… pelan-pelan saja masukinnya, aku takut sakiit”, sahutku polos penuh kepasrahan. Sedikit disibakkannya bibir memekku dengan jemari kirinya, lalu diarahkannya kepala kontolnya yang besar ke liang memekku yang sempit. Dia mulai menekan dan aku pun meringis, dia tekan lagi… akhirnya perlahan-lahan mili
demi mili liang memekku itu membesar dan mulai menerima kehadiran kepala
kontolnya. Aku menggigit bibir. Dia melepaskan jemari tangannya dari bibir memekku dan plekk… bibir memekku langsung menjepit nikmat kepala kontolnya. “Tahan sayang…” bisiknya bernafsu. Aku hanya mengangguk pelan, mata lalu kupejamkan rapat-rapat dan kedua tanganku kembali memegangi kain sprei. Dia agak membungkukkan badannya ke depan agar pantatnya bisa lebih leluasa untuk menekan ke bawah. Dia memajukan pinggulnya dan akhirnya kepala kontolnya mulai tenggelam di dalam liang memekku. Dia kembali menekan, dan aku mulai menjerit kesakitan. Dia tak peduli, mili demi mili kontolnya secara pasti terus melesak ke dalam liang memekku dan tiba-tiba setelah masuk sekitar 4 centi seperti ada selaput lunak yang menghalangi kepala kontolnya untuk terus masuk, dia terus menekan dan aku melengking keras sekali lalu menangis terisak-isak. selaput daraku robek. Dia terus menekan kontolnya, ngotot terus memaksa memasuki liang memekku yang luar biasa sempit itu. Dia memegang pinggulku, dan ditariknya kearahnya kontolnya masuk makin ke dalam, Aku terus menangis terisak-isak kesakitan, sementara dia sendiri malah merem melek keenakan. Dan dia menghentak keras ke bawah, dengan cepat kontolnya mendesak
masuk liang memekku. dia mengerang nikmat. Dihentakkan lagi pantatnya ke bawah dan akhirnya kontolnya secara sempurna telah tenggelam sampai kandas terjepit di antara bibir memekku. dia berteriak keras saking nikmatnya, matanya mendelik menahan jepitan ketat memekku yang luar biasa. Sementara aku hanya memekik kecil lalu memandangnya sayu. “Mass… aku sudah nggak perawan lagi sekarang”, bisikku lirih. Kami sama-sama tersenyum.

Direbahkannya badannya di atas tubuhku yang telanjang, aku memeluknya penuh kasih sayang, toketku kembali menekan dadanya. Memekku menjepit meremas kuat kontolnya yang sudah amblas semuanya. Kami saling berpandangan mesra,dia mengusap mesra wajahku yang masih menahan sakit
menerima tusukan kontolnya. “Mas… bagaimana rasanya”, bisikku mulai mesra
kembali, walaupun sesekali kadang aku menggigit bibir menahan sakit. “Enaak
sayang.. dan nikmaat… oouhh aku nggak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata sayang… selangit pokoknya”, bisiknya. “MAs, bagaimana kalau aku sampai hamil?” bisikku sambil tetap tersenyum.”Oke…nanti setelah ng***** kita cari obat di apotik, obat anti hamil”, bisiknya gemas. “Iihh… nakal…” sahutku sambil kembali mencubit pipinya. “Biariin…” “Maasss…” aku agak berteriak. “Apaan sih…” tanyanya kaget. Lalu sambil agak bersemu merah dipipi aku berkata lirih. “dienjot dong…” bisikku hampir tak terdengar.
“Iiih kamu kebanyakan nonton film porno, kan memeknya masih sakiit”, jawabnya. “Pokoknya, dienjot dong Mas…” sahutku manja. Dia mencium bibirku dengan bernafsu, dan akupun membalas dengan tak kalah bernafsu. Kami saling berpagutan lama sekali, lalu sambil tetap begitu dia mulai menggoyang pinggul naik turun. kontolnya mulai menggesek liang memekku dengan kasar, pinggulnya menghunjam-hunjam dengan cepat mengeluar masukkan kontolnya yang tegang. Aku memeluk punggungnya dengan kuat, ujung jemari tanganku menekan punggungnya dengan keras. Kukuku terasa
menembus kulitnya. Tapi dia tak peduli, dia sedang meng*****i dan menikmati tubuhku. Aku merintih dan memekik kesakitan dalam cumbuannya. Beberapa kali aku sempat menggigit bibirnya, namun itupun dia tak peduli. Dia hanya merasakan betapa liang memekku yang hangat dan lembut itu menjepit sangat ketat kontolnya. Ketika ditarik keluar terasa daging memekku seolah mencengkeram kuat kontolnya, sehingga terasa ikut keluar. Aku melepaskan ciumannya dan mencubit pinggangnya. “Awww… aduuh Mass… sakit … . ngilu Mas” aku berteriak kesakitan. “Maaf sayang… aku mainnya kasar yaah? aku nggak tahan lagi sayang aahhgghghh”, bisiknya. “pejuku mau keluar, desahnya sambil menyemprotkan peju yang banyak di liang memekku. Kami pun berpelukan puas atas kejadian tersebut. Dan tanpa terasa kami ketiduran sambil berpelukan telanjang bulat karena kecapaian dalam permainan tadi.

Kami tidur dua jam lamanya lalu kami berdua mandi bersama. Di dalam kamar mandi kami saling membersihkan dan berciuman. Dia minta aku jongkok. Dia mengajariku untuk menjilati serta mengulum kontolnya yang sudah tegak berdiri. Kontolnya kukulum sambil mengocoknya pelan-pelan naik turun. “Enak banget yang, kamu cepet ya belajarnya. Terus diemut yang”, erangnya. Kemudian giliran dia, aku disuruhnya berdiri sambil kaki satunya ditumpangkan di bibir bathtub agar siap mendapat serangan oralnya. Dia menyerang selangkanganku dengan lidah yang menari-nari kesana kemari pada itilku sehingga aku mengerang sambil memegang kepalanya untuk menenggelamkannya lebih dalam ke memekku. Dia tahu apa yang kumau, lalu
dijulurkannya lidahnya lebih dalam ke memekku sambil mengorek-korek itilku dengan jari manisnya. Semakin hebat rangsangan yang aku rasakan sampai aku nyampe, dengan derasnya lendirku keluar tanpa bisa dibendung. Dia menjilati dan menelan semua lendirku itu tanpa merasa jijik. “Mas, nikmat banget deh, aku sampe lemes”, kataku. “Ya udah kamu istirahat aja, aku mau ngangetin makanan dulu ya”, katanya. .Aku berbaring di ranjang, ngantuk sampe ketiduran lagi.

DIa membangunkanku dan mengajakku makan nasi padang yang sudah disiapkannya. “Din, malem ini kita tidur disini aja ya, aku masih pengen ngerasain peretnya memekmu lagi. Kamu mau kan kita ngen tot lagi”, katanya sambil membelai pipiku. “Aku nurut aja apa yang mas mau, aku kan udah punyanya mas”, jawabku pasrah. Sehabis makan langsung Aku dibawanya lagi keranjang, dan direbahkan. Kami langsung berpagutan lagi, aku sangat bernapsu meladeni ciumannya. Dia mencium bibirku, kemudian lidahnya menjalar menuju ke toketku dan dikulumnya pentilku. Terus menuju keperut dan dia menjilati pusarku hingga aku menggelepar menerima rangsangan itu yang terasa nikmat. “Mas enak sekali..” nafasku terengah2. Lumatannya terus dilanjutkannya pada itilku. Itilku dijilatinya, dikulum2, sehingga aku semakin terangsang hebat. Pantatku kuangkat supaya lebih dekat lagi kemulutnya. Diapun merespons hal itu dengan memainkan lidahnya ke dalam memekku yang sudah dibukanya sedikit dengan jari. Ketika responsku sudah hampir mencapai puncak, dia menghentikannya. Dia ganti dengan posisi 6. Dia telentang dan minta aku telungkup diatas tubuhnya tapi kepalaku ke arah kontolnya. Dia minta aku untuk kembali menjilati kepala kontolnya lalu
mengulum kontolnya keluar masuk mulutku dari atas. Setelah aku lancar melakukannya, dia menjilati memek dan itilku lagi dari bawah. Selang beberapa lama kami melakukan pemanasan maka dia berinisiatif untuk menancapkan kontolnya di memekku.

Aku ditelentangkannya, pahaku dikangkangkannya, pantatku diganjal dengan bantal. “buat apa mas, kok diganjel bantal segala”, tanyaku. “biar masuknya dalem banget yang, nanti kamu juga ngerasa enaknya”, jawabnya sambil menelungkup diatasku. Kontolnya digesek2kan di memekku yang sudah banyak lendirnya lagi karena itilku dijilati barusan. “Ayo Mas cepat, aku sudah tidak tahan lagi” pintaku dengan bernafsu. “Wah kamu sudah napsu ya Din, aku suka kalo kita ngen tot setelah kamu napsu banget sehingga gak sakit ketika kontolku masuk ke memek kamu”, jawabnya. Dengan pelan tapi pasti dia masukan kontolnya ke memekku. “Pelan2 ya mas, biar gak sakit”, lenguhku sambil merasakan kontolnya yang besar menerobos memekku yang masih
sempit. Dia terus menekan2 kontolnya dengan pelan sehingga akhirnya masuk semua. Lalu dia tarik pelan-pelan juga dan dimasukkan lagi sampai mendalam, terasa kontolnya nancep dalem sekali. “Mas enjot yang cepat, Mas, aku udah mau nyampe ach.. Uch.. Enak Mas, lebih enak katimbang dijilat mas tadi”, lenguhku. “Aku juga mau keluar, yang”, jawabnya. Dengan hitungan detik kami berdua nyampe bersama sambil merapatkan pelukan, terasa memekku berkedutan meremes2 kontolnya. Lemas dan capai kami berbaring sebentar untuk memulihkan tenaga.

Sudah satu jam kami beristirahat, lalu dia minta aku mengemut kontolnya lagi. “Aku belum puas yang, mau lagi, boleh kan?” yanyanya. “Boleh mas, aku juga pengen ngerasain lagi nyampe seperti tadi”, jawabku sambil mulai menjilati kepala kontolnya yang langsung ngaceng dengan kerasnya. Kemudian kepalaku mulai mengangguk2 mengeluar masukkan kontolnya dimulutku. Dia mengerang kenikmatan, “Enak banget Din emutanmu. Tadi memekmu juga ngempot kontolku ketika kamu nyampe. Nikmat banget deh malam ini, boleh diulang ya sayang kapan2″. Aku diam tidak menjawab
karena ada kontolnya dalam mulutku. “Din, aku udah mau ngecret nih, aku masukkin lagi ya ke memek kamu”, katanya sambil minta aku nungging. “MAu ngapain mas, kok aku disuru nungging segala”, jawabku tidak mengerti. “udah kamu nungging aja, mas mau ngen totin kamu dari belakang”, jawabnya. Sambil nungging aku bertanya lagi, “Mau dimasukkin di pantat ya mas, aku gak mau ah”. “Ya gak lah yang, ngapain di pantat, di memek kamu udah nikmat banget kok”, jawabnya. dengan pelan diumasukkannya kontolnya ke memekku, ditekan2nya sampe amblas semua, terasa kontolnya masuk dalem sekali, seperti tadi ketika pantatku diganjel bantal. Kontolnya mulai dikeluarmasukkan dengan irama lembut. Tanpa sadar aku mengikuti iramanya
dengan menggoyangkan pantatku. Tangan kirinya menjalar ke toketku dan diremas-remas kecil, sambil mulai memompa dengan semakin cepat. Aku mulai merasakan nikmatnya dien tot, sakit sudah tidak terasa lagi. “Mas, aku udah ngerasa enaknya dien tot, terus yang cepet ngenjotnya mas, rasanya aku udah mau nyampe lagi”, erangku. Dia tidak menjawab, enjotan kontolnya makin lama makin cepet dan keras, nikmat banget deh rasanya. Akhirnya dengan satu enjotan yang keras dia melenguh, “Din aku ngecret, aah”, erangnya. “Mas, aku nyampe juga mas, ssh”, bersamaan dengan ngecretnya pejunya aku juga nyampe.Kembali aku terkapar kelelahan.

Ketika aku terbangun, hari udah terang. Aku nggeletak telanjang bulat di ranjang dengan Satu kaki terbujur lurus dan yang sebelah lagi menekuk setengah terbuka mengangkang. Dia yang sudah bangun lebih dulu, menaiki ranjang dan menjatuhkan dadanya diantara kedua belah paha ku. Lalu dengan gemas, diciumnya pusarku. ” Mass, geli!” aku menggeliat manja. Dia tersenyum sambil terus saja menciumi pusarku berulang2 hingga aku menggelinjang beberapa kali. Dengan menggunakan ke2 siku dan lututnya ia merangkak sehingga wajahnya terbenam diantara ke2 toketku. Lidahnya
sedikut menjulur ketika dia mengecup pentilku sebelah kiri, kemudian pindah ke pentil kanan. Diulangnya beberapa kali, kemudian dia berhenti melakukan jilatannya. Tangan kirinya bergerak keatas sambil meremes dengan lembut toketku. Remasannya membuat pentilku makin mengeras, dengan cepat dikecupnya pentilku dan dikulum2nyasambil mengusap punggungku dengan tangan kanannya. “Kamu cantik sekali,” katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku hanya tersenyum, aku senang mendengar pujiannya. Kurangkul lehernya, kemudian kucium bibirnya. Lidahnya yang nyelip masuk mulutku kuhisap2. Aku segera meraba kontolnya lagi, kugenggam
dan kugesek2kan ke memekku yang mulai berlendir. Lendir memekku melumuri kepala kontolnya, kontolnya menjadi makin keras. Urat2 berwarna hijau di kulit batang kontolnya makin membengkak. Dia menekan pinggulnya sehingga kepala kontolnya nyelip di bibir memekku. Terasa bibir memekku menjepit kontolnya yang besar itu. Dia menciumi leherku, dadanya direndahkan sehingga menekan toketku. “Oh…mas”, lenguhku ketika ia menciumi telingaku. “Kakimu dibelitkan di pinggangku Din”, pintanya sambil terus mencium bibirku. Tangan kirinya terus meremas toketku sedang tangan
satunya mengelus pahaku yang sudah kulingkarkan di pinggangnya. Lalu dia
mendorong kontolnya lebih dalam. Sesak rasanya memekku. Pelan2 dia menarik
sedikit kontolnya, kemudian didorongnya. Hal ini dia lakukan beberapa kali sehingga lendir memekku makin banyak keluarnya, mengolesi kepala kontolnya. Sambil menghembuskan napas, dia menekan lagi kontolnya masuk lebih dalam. Dia menahan gerakan pinggulnya ketika melihat aku meringis. “Sakit yang”, tanyanya. “Tahan sedikit ya”. Dia kembali menarik kontolnya hingga tinggal kepalanya yang terselip di bibir luar memekku, lalu didorongnya kembali pelan2. Dia terus mengamati wajahku, aku setengah memejamkan mata tapi sudah tidak merasa sakit. “Din, nanti dorong pinggul
kamu keatas ya”, katanya sambil menarik kembali kontolnya. Dia mencium bibirku dengan lahap dan mendorong kontolnya masuk kontolnya. Pentilku diremesnya dengan jempol dan telunjuknya. Aku tersentak karena enjotan kontolnya dan secara reflex aku mendorong pinggulku ke atas sehingga kontolnya nancap lebih dalam. Aku menghisap lidahnya yang dijulurkan masuk ke mulutku. Sementara itu dia terus menekan kontolnya masuk lebih dalam lagi. Dia menahan gerakan pinggulnya, rambutku dibelai2nya dan terus mengecup bibirku. Kontolnya kembali ditariknya keluar lagi dan dibenamkan lagi pelan2, begitu dilakukannya beberapa kali sehingga seluruh kontolnya sudah nancap di memekku. Aku merangkul lehernya dan kakiku makin erat membelit pinggangnya.”Akh mas”, lenguhku ketika terasa kontolnya sudah masuk semua, terasa memekku berdenyut meremes2 kontolnya. “Masih sakit Din”, tanyanya. “Enak mas”, jawabku sambil mencakari punggungnya, terasa biji pelernya memukul2 pantatku. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk memekku. Entah bagaimana dia mengenjotkan kontolnya, itilku tergesek kontolnya ketika dia mengenjotkan kontolnya masuk. Aku menjadi terengah2 karena nikmatnya. Dia juga mendesah setiap kali mendorong
kontolnya masuk semua, “Din, memekmu peret sekali, terasa lagi empotannya, enak banget sayang ng***** dengan kamu”.Tangannya menyusup ke punggungku sambil terus mengenjotkan kontolnya. Terasa bibir memekku ikut terbenam setiap kali kontolnya dienjot masuk. “Mas”, erangku. Terdengar bunyi “plak” setiap kali dia menghunjamkan kontolnya. Bunyi itu berasal dari beradunya pangkal pahanya dengan pangkal pahaku karena aku mengangkat pinggulku setiap dia mengenjot kontolnya masuk. “Din, aku udah mau ngecrot”, erangnya lagi. Dia menghunjamkan kontolnya dalam2 di memekku dan terasalah pejunya nyembur2 di dalam memekku. Bersamaan dengan itu, “Mas, aku nyampe juga mas”, aku mengejang karena ikutan nyampe. Nikmat banget bersama dia, walaupun perawanku hilang aku tidak nyesel karena ternyata dien tot itu mendatangkan kenikmatan luar biasa.

CATCH YOU CATCH ME-OST CARD CAPTOR SAKURA


aitai na aenai na setsunai na kono kimochi
ienai no iitai no
CHANSU nogashite bakari



I want to see you, but I can't... How sad, these feelings...
I can't say it, but I want to.
I just keep letting my chance slip by.

datte (datte) datte (datte)
tsubasa hiroge futari de
sora wo MARASON yume wo YUNIZON shitai



But still (But still) But still (But still)
Together, let's spread our wings and
marathon across the sky; I want our dreams to be in unison

hora
Catch You Catch You Catch Me Catch Me matte
kotchi wo muite SUKI da to itte
sou Nice to Meet You Good to See You kitto
atashi no omoi anata no HA-TO ni
tonde tonde tonde yuke
ma - yo - wa - na - i [1]



Hey look!
Catch You Catch You Catch Me Catch Me Wait up!
Look this way and say you like me.
Yeah! Nice to Meet You Good to See You Surely!
My thoughts will
fly, fly, fly into your heart!
They - will - not - get - lost! [1]

tama ni ne nakunatchau karada no BATTERI-
anata no egao de
itsumo juuden manTAN PAWA- bakuhatsu shichae



Sometimes, my batteries just run dry.
But with your smile,
they're always fully charged, ready to explode.

o-negai (o-negai) o-negai (o-negai)
mazu wa o-tomodachi kara
waratte mitsumete tanoshii mainichi ni shitai

CHIBI MARUKO CHAN - ODORU PONPOKORIN


odori wo odotte iru yo
onabe no naka kara BOWA tto
INCHIKI oji-san toujou
itsu datte wasurenai
EJISON wa erai hito
sonna no joushiki TATTATARARIRA
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIHYARA
o heso ga chirari
TATTATARARIRA
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIIHYARA
odoru PONPOKORIN
PIIHYARA PII onaka ga hetta yo

ano ko mo kono ko mo minna
isoide aruite iru yo
denshinba shira no kage kara
o warai geinin toujou
itsu datte mayowanai
KIESUKA wa eki no naka
sonna no yuumei TATTATARARIRA
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIIHYARA
NINJIN iranai
TATTATARARIRA
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIIHYARA
odoru PONPOKORIN
PIIHYARA PII BUTA no BUUTAROU

itsu datte wasurenai
EJISON wa erai hito
sonna no joushiki
TATTATARARIRA
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIIHYARA
o heso ga chirari
TATTATARARIRA
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIIHYARA
odoru PONPOKORIN
PIIHYARA PII onaka ga hetta yo
PIIHYARA PIIHYARA
PAPPAPARAPA
PIIHYARA PIIHYARA
odoru PONPOKORIN
PIIHYARA PII onaka ga hetta yo

RUN TO WIN-OST EYES SHIELD 21

donna toki mo minna ga
sasaete kureta kara
akiramezu ni aruite
ima koko ni iruyo

ganbarou tte ii nagara
honto wa kuyashii no mo
onaji yume o mite irunara
wakariaeru

yorokobi ya kanashimi ga
tsuuji aeru kokoro wa
hitori dewa tsukurenai
kasaneta chikara

hikari yori hayaku hashire
zenryoku de yume o tsukame
mirai e tsunagu kono shunkan
jibun dake no tame ja naku

kaze yori tooku habatake
daichi yori tsuyoku mamore
shinjiaeru nakama ga ireba
mou nan datte kowakunai
mayowa zu fumidasu dake
Run to Win!

maketakunai kimochi de
tsuyosa o shiri nagara
makerarenai omoi ni
ima kawatte iku

todoku wake ga nai nara
kurushiku mo nai hazusa
tashika ni chikaduita to
kanjiteru akashi

miagereba takai kedo
furimukeba konnani
mainichi no kaidan o
kake agatteita

ashita ga aru kara hashiru
kanarazu nani ka o tsukamu
kotae o itsuka mitsukeru no wa
jibun dake no tame ja naku
chikara o karite habataku

Kamis, 03 September 2009

CLOSER-JEJUX

Original / Romaji Lyrics

Michika ni aru mono
Tsune ni ki wo tsuketeinai to
Amari ni chikasugite
Miushinatte shimaisou

Anata ga saikin taiken shita
Shiawase wa ittai nandesu ka?
Megumaresugite ite
Omoidasenai kamo!

Ima koko ni iru koto
Iki wo shite iru koto
Tada soredake no koto ga
Kiseki dato kidzuku

Michika ni aru mono
Tsune ni ki wo tsuketeinai to
Amari ni chikasugite
Miushinatte shimaisou

You know the closer you get to something
The tougher it is to see it
And I'll never take it for granted

Let's go

Hitodasuke wo gizen to
Yobu yatsura mo iru keredo
Shinjiru no mo utagau no mo
Hito sorezore dakara

Tatoe kari ni sore ga
Gizen de atta to shitemo
Dareka wo sukueta nara
Sorya mushiro nani yori mo riaru

Oitsudzuketekita yume
Akiramezu ni susume yo nante
Kirei koto wo ieru hodo
Nani mo dekichainai kedo

Hitonigiri no yuuki wo mune ni
Ashita wo ikinuku tame ni
And I'll never take it for granted

Let's go

Michika ni aru mono
Tsune ni ki wo tsuketeinai to
Amari ni chikasugite
Miushinatte shimaisou

You know the closer you get to something
The tougher it is to see it
And I'll never take it for granted

Oitsudzuketekita yume
Akiramezu ni susume yo nante
Kirei koto wo ieru hodo
Nani mo dekichainai kedo

Hitonigiri no yuuki wo mune ni
Ashita wo ikinuku tame ni
And I'll never take it for granted

Let's go

Sabtu, 25 Juli 2009

BLUE BIRD(ENGLISH VERSION)-IKIMONO GAKARI

You say if you could fly, you would never come back
You aimed for that blue, blue sky

You've yet to remember "sadness"
Just now began to grasp "pain"
Even the feelings I held onto for you
Are just now changing into words

As you awaken from the dream of an unknown world
Spread your wings and take off

You say if you could fly, you would never come back
You aimed for those white, white clouds
If you break through, you know you'll find it

So try until you break free to that blue, blue sky
That blue, blue sky
That blue, blue sky

With a sound like all civility was gone
The rusted, old window broke

Look, you're so sick of looking at that cage that you're throwing it away
Without ever looking back again
That throbbing beat takes your breath away
And you kick open that window and take off

You said if you could run, you would obtain it
You're tempted by that distant, distant voice
It grasps your far too dazzling hand
Until you pursue that blue, blue sky

I understand that you are falling
But still, continue to follow the light

You say if you could fly, you would never come back
You searched for those white, white clouds
If you break through, you know you'll find it
So try until you break free to that blue, blue sky

That blue, blue sky
That blue, blue sky

BLUE BIRD-IKIMONO GAKARI

Habata itara modoranai to ittte
Mezashita no wa aoi aoi ano sora

"Kanashimi" wa mada oboerarezu
"Setsunasa" wa ima tsukami hajimeta
Anata e to daku kono kanjou mo
Ima "kotoba" ni kawatte iku

Michi naru sekai no yume* kara mezamete
kono hane wo hiroge tobitatsu

Habata itara modoranai to itte
Mezashita no wa shiroi shiroi ano kumo
Tsukinuketara mitsukaru to shitte

Furikiru hodo aoi aoi ano sora
aoi aoi ano sora
aoi aoi ano sora

Aisou sukita you na oto de
Sabireta furui mado wa kowareta

Miakita kago wa hora sutete iku
Furikaeru koto wa mou nai
Takanaru kodou ni kokyuu wo azukete**
Kono mado wo kette tobitatsu

Kakedashitara te ni dekiru to ittte
Izanau no wa tooi tooi ano koe
Mabushi sugita anata no te mo nigitte
Motomeru hodo aoi aoi ano sora

Ochite iku to wakatte ita
Soredemo hikari wo oi tsudzukete iku yo

Habata itara modoranai to ittte
Sagashita no wa shiroi shiroi ano kumo
Tsukinuketara mitsukaru to shitte
Furikiru hodo aoi aoi ano sora

Aoi aoi ano sora
aoi aoi ano sora

BROKEN YOUTH(ENGLISH VERSION)-OST NARUTO

The young give up everything for such 'easy' reasons
I have already called out to the rescue squad
So, please kiss me, please kiss me
all night... all night... all night...

The scar over my right eyelid pains me and I remember him
"victory comes to the one who makes the first move," since then,
I wonder what sorts of changes have come to that single celled you?

Is it the spell of a fallen angel or a tiny devil's cheap tricks?
I was so bored before that

Because of that, throw the bowling ball
And accept the damage-to-property charges
But, then again, it seems it might break, but it hasn't
Just as much as ever

Finally, it's all normal
Teacher, you're a traitor, so
Right now, please kiss me, please kiss me
All night...............

Empty ideals and fake loves are no good
It's all so stupid I'm laughing

Even if you struggle, accept that
There's a foreign body opposite the boy
But anyway, it seems it might tear, but it hasn't
That's our story

That acceptance

Is it the spell of a fallen angel or a tiny devil's cheap tricks?
Set those traps, right now
Empty ideals and fake loves are no good
All of it is a stupid scene

Because of that, throw the bowling ball
damage-to-property charges? Understood!
It seems it might break
With such a full strength pride and the compensation of sweet days
It seems we can cross over it
Clear through your scattered emotions
It seems it might break
But it hasn't, that's our victory!

BROKEN YOUTH-OST NARUTO

Iijii na riyuu issai yurusu jakuhai
Resukyuutai mo yondeoita
Dakara puriizu kisu mii puriizu kisu mii
all night... all night... all night...

Migimefuta no kizu ga itainda aitsu oboeteru
Sentehisshou are irai
Tansaibou na omae wa nanra kawacchainainda na

Datenshi no mahou ka koakuma no chachina itazura
Tsumannakunacchau mae ni

Soore de houre bouringu booru
Kibutsu hason zai nado shouchi
Soredemo koware sou de kowasenai
Nanka motodoori

Saishuu teki ni subete wa arifurete iku
Sensei anta uragiri monda
Ima sugu puriizu kisu mii puriizu kisu mii
All night...............

Karappo na risou mo magai mono na ai mo iiya
Subete ga bakabakashii tte waraerya

Shounen no mukou e mogaitemo
Ibutsu na sonzai daro shouchi
Douse yaburesou de yabukenai
Bokura no sutoorii

Sonna no shouchi

Datenshi no mahou ka koakuma no chachi na itazura
Shikakero ima sugu ni
Karappo na risou mo magaimono na ai mo iiya
Subete wa bakabakashii shiin da

Soore de houre bouringu booru
Kibutsu hason zai nado shouchi nosuke
Kowaresou de
Sonna chikaramakase no puraido mo amai hibi no daishou mo
Koete ikesou de
Tocchirakatta kanjou de kirihirake yo
Kowaresou de
Kowasenai bokura no shouri

Minggu, 07 Juni 2009

MEBIUS-ENGLISH VERSION

Walk until the end of the world
Let us open the rusted door
In this place where everything has ended -
a couple's road begins

In this eternal blue sky
10 billion stars hide from our eyes
The truth I see when I close my eyes is here.

There is always someone leading me
There is always someone who is decieved.
More than fate, this power is
Enveloping our world.

With the turning of a page, a story opens,
and 10 billion dreams are spun
I am not afraid of the memories we will share.

Let me listen to your beating heart
Let my body hear words it can understand,
So we can travel to a far greater destiny.

MEBIUS

seikai no hate made aruite
sabi tsuita tobira o ake you
subete ga owatta kono basho kara
futari no michi ga hajimaru

hateshinaku aoi kono sora ni
hyaku oku no hoshi ga hisomu
me o tojite mieru shinjitsu ga koko ni

watashi o michibiku dareka ga iru
dareka o ayatsuru nanika ga aru
unmei yori ooki(i)na chikara(unmei) ga
futari no seikai o tsutsumu

mekuru meku hiraku monogatari
hyaku oku no yume o tsumugu
kasane au kioku kowakunai kitto

aa, anata no kodou o kikasete
karada dake ni wakaru kotoba de kikasete
motto tooku unmei no mukou he tabi suru tame ni

isshun no atsui yorokobi ni
hyaku oku no yoru ga yureru
nakanaide itsumo toki wa
subete o nosete meguru mebiusu

Senin, 09 Maret 2009

THE QUESTIONS

1.Apa penyebab kematian Deandles?
2.Kenapa setinggi-tingginya balon terbang tetap tidak bisa ke luar angkasa?
3.Apa nama kota yang jalannya terbuat dari air?
4.Kenapa nyamuk tidak bisa terkena demam berdarah walaupun telah menggigit penderita demam berdarah?
5.Siapa pembuat hangûl(huruf korea)?
6.Apa nama ikan terbesar di dunia?
7.Apa kepanjangan dari TNT?
8.Kenapa langit berwarna biru?
9.Apa nama negara yang membuat nokia?

Kamis, 22 Januari 2009

DEATH NOTE


Manga ini bercerita mengenai Death Note

(buku kematian) yang sengaja dijatuhkan oleh Ryukk, seorang Shinigami
(malaikat kematian, reaper) ke dunia manusia, di mana bila nama seseorang
ditulis dalam buku tersebut, maka orang itu akan segera meninggal. Buku ini
kemudian ditemukan oleh Yagami Raito (Light Yagami), seorang
siswa jenius anak seorang inspector kepolisian jepang. Awalnya Raito tidak
percaya dengan kekuatan Death Note tersebut, namun setelah ia coba dan
berhasil, ia mulai percaya. Ditambah lagi dengan kemunculan Ryukk yang akan
selalu mengikuti orang yang menemukan Death Note-nya. Dengan
kejeniusannya, Raito kemudian berencana menggunakan buku tersebut untuk
menciptakan dunia baru yang bersih dari kejahatan (utopia) dengan dirinya
sebagai dewa.
Raito kemudian mendapatkan data para kriminal dari televisi dan dari
database kepolisian pusat. Ke semua kriminal tersebut dibunuhnya dengan
menggunakan Death Note. Kematian para kriminal yang tidak wajar dan
dalam waktu yang hampir bersamaan ini membuat masyarakat dan pihak kepolisian
merasa kejadian ini bukanlah terjadi secara kebetulan. Meskipun terdengar tidak
masuk akal, pihak kepolisian mulai merasa ada seseorang di balik semua kejadian
yang menimpa para kriminal tersebut. Raito yang menggunakan kekuatan Death
Note kini disebut sebagai Kira (Killer dalam dialek jepang) dan
dianggap sebagai dewa oleh orang-orang yang pro dengan tindakan Raito tersebut.
Polisi kemudian meminta bantuan kepada seorang detektif bertaraf
International yang wajahnya tak pernah kelihatan sebelumnya. Detektif tersebut
menyebut dirinya dengan sebutan L. Dengan menjebak Raito, L mulai
menyadari kalau Kira (Raito) dapat membunuh seseorang dalam jarak jauh meskipun
tanpa menyentuhnya sedikit pun.
Menyadari kalau ia telah dijebak, Raito mulai menyatakan perang pada L.
Dimulailah perang analisis dan psichology antara dua orang jenius, L dan Raito.

BLEACH


Cerita ini dimulai dengan kehidupan seorang siswa SMA bernama Ichigo Kurosaki di Kota Karakura yang bisa melihat roh. Pada awalnya Ichigo hanya dapat melihat roh biasa dari orang yang sudah meninggal, namun hal itu berubah ketika suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita berpakaian kimono hitam di kamarnya. Wanita tersebut merupakan Shinigami yang bernama Rukia Kuchiki. Kedatangannya disebabkan oleh kekuatan spiritual seekor Hollow, sebuah roh yang jahat. Hollow yang dimaksud tiba-tiba datang dan menyerang keluarga Ichigo karena merasakan kekuatan spiritual Ichigo yang besar. Ichigo kemudian terlibat dalam perkelahian dengan Hollow yang telah melukai keluarganya, walaupun Rukia yang seharusnya melawan Hollow tersebut sudah melarang Ichigo sebelumnya. Karena ketidakmampuan Ichigo untuk mengalahkan Hollow tersebut, akibatnya Rukia terluka parah ketika mencoba menolong Ichigo. Untuk mengalahkan Hollow itu hanya ada satu cara; yaitu dengan meminjamkan sebagian kekuatan Shinigami milik Rukia ke Ichigo. Sayangnya dalam proses tersebut terjadi ketidaksengajaan, Ichigo mengambil semua kekuatan spiritual Rukia dan membuatnya kehilangan kekuatan Shinigami. Akibatnya, Ichigo kemudian menjelma sebagai orang Shinigami dan mengalahkan Hollow tersebut.

Hari berikutnya, Rukia muncul di kelas Ichigo sebagai murid pindahan. Apalagi, kali ini Rukia terlihat seperti manusia biasa dan bisa dilihat oleh teman sekelasnya. Rukia memberitahu Ichigo bahwa kekuatan yang ajaib pada roh Ichigo-lah yang membuatnya mampu menyerap seluruh kekuatannya daripada hanya setengahnya, dan membuatnya harus berpidah ke dalam Gigai, tubuh manusia tiruan. Sementara menunggu kekuatan Shinigaminya pulih kembali, Rukia kemudian memutuskan untuk tinggal sementara di dunia manusia. Ichigo harus menggantikan pekerjaannya menjaga kota Karakura, melawan Hollow, dan membawa roh yang bergentayangan di dunia manusia menuju Soul Society.

LAPORAN

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menciptakan alam semesta ini. Dari ciptaan-Nya manusia dapatmengenmbangkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Famili terpenting dari kelas ini Megascilicidae dan Lumbricidae. Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun hewan ini mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kesejahteraan dan kehidupan manusia.
Jenis-jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari famili Megascolidae dan Lumbricidae dangan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyk, Diplocardi, dan Lydrillus. Beberapa cacing tanah yang kini banyak diternakkan antara lain: Pheretima, Perioni dan Lumbricus. Ketiga cacing tanah ini menyukai bahan organic yang berasal dari pupuk kandang, dan yang berasalk dari tumbuh-tumbuhan. Cacing tanah jenis Lumbricus bentuk pipih. Jumlah segmen yang memiliki sekitar 90-195 dan klkiteum yang terletak pada segmen 27-32. Biasdanya cacing jenis ini sering kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bias menyamai atau melebihi jenis lain. Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Kliteumnya terletak pada segmen 14-16. tubuhnya berbentuk gilig panjang dan silindris berwarna merah keunguan . Cacing tanah jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot, dan cacing kalung. Cacing tanah berberbentuk Perionyk berbentuk gig berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dangan jumlah segmen 75-165 dan klitenumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Cacing tanah seperti ini biasanya agakm manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius. Cacing jenis Lumbricus Rubellus memiliki keunggulan lebih dibanding kedua jenis yang diatas, karena produktivitasnya tinggi ( penambahan berat badan , produksi telur/anakan dan dan produksi produksi bekas cacing”kascing”) serta tidak banyak bergerak.
Dalam kimia, garam ialah senyawa netral yang terdiri atas ion-ion.
Garam juga bisa berarti:
• Garam dapur, digunakan sebagai bumbu dan pengawet makanan
• natrium klorida, bahan baku utama garam dapur
• Garam (kriptografi), vektor inisialisasi sandi rahasia blok
• Bisa juga merujuk pada tiap arti ganda penggaraman
Oleh karena kami mendapat tugas biologi untuk melaksanakan penelitian, oleh karena itu kami akan mengajukan judul “Pengaruh Garam Dapur Terhadap Keadaan Tubuh Cacing”. Hal ini perlu diadakan penelitian, karena menurut kami kulit/tubuh cacing tanah sangat sensitive. Contohnya saja pada saat sinar matahari mengenai tubuh cacing tanah,maka cacing tanah tersebut akan menggeliat (menggerak-gerakkan tubuhnya) dan hal ini menujukkan bahwa cacing tanah mananggapi rangsang panas. Dan hal inilah yang membuat kami ingin mengadakan percobaan tentang pengaruh garam dapur terhadap keadaan tubuh cacing tanah.:

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan masalah yang telah diuraikan diatas maka disusun rumusan masalah sebagai berikut :
1.2.1 Adakah pengaruh pemberian konsentrasi garam dapur terhadap keadaan tubuh cacing tanah.




1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah disusun diatas maka penelitian ini bertujuan;
1.3.1 Untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentasi garam dapur terhadap tubuh cacing tanah.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.4.1Penelitian ini memberikan informasi yang penting tentang pengaruh pemberian garam dapur terhadap keadaan tubuh cacing tanah.






















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Umum Cacing
Cacing sangat bagus dalam memanfaatkan sisa makanan untuk diubah menjadi pupuk yang disebut “KASCING” & “Pupuk Cair” yang sangat bermanfaat untuk kebun anda. Tapi ingat: cacing adalah makhluk hidup yang memerlukan perhatian yang cukup dalam peme¬liharaannya. Pastikan mereka tidak diberi makanan yang dapat membuat mereka sakit.
Hal-hal yang harus dijauhkan oleh cacing tanah:
1 Ampas kopi atau the
2 Minyak atau yang berminyak
3 Bahan yang mengeluarkan bau keras
4 Sabun atau bahan kimia
5 Tulang atau daging
6 Buah yang masam (jeruk)
7 Garam atau gula
Cara pembudidayaan cacing:
Sebagai media (tempat tinggal) cacing dapat menggunakan kompos sawit yang dibuat dari cacahan tandan kosong dicampur limbah cair dan diperam dengan penutup plastik selama 50 hari dengan membalik 1 s/d 2 kali seminggu di aduk dengan mesin pembalik. Sebagai pakan cacing dapat ditambahkan bubur limbah sawit (Slurry) yang sudah diperam 1 bulan.
Budidaya cacing tanah teknologinya mudah dan sudah populer di Bogor, Bandung dan daerah lain di Jawa Barat dalam skala rumah tangga yang berbentuk koperasi.
Budidaya cacing tanah dapat dipadukan dengan pengendalian limbah sawit padat (tandan kosong) dan limbah cair sekaligus mendapat keuntungan berganda sebagai berikut:
1. Kompos organik super dari kotoran cacing (Worm Casting Fertilizer)
2. Biomassa (Cacing itu sendiri sebagai pengganti tepung ikan)
3. Kompos organik yang tidak habis terpakai untuk media cacing.
Proyek terpadu budidaya cacing dengan pengendalian limbah sawit menjadi lebih ekonomis karena tidak memerlukan biaya pengumpulan media dan pakan cacing yang jumlahnya cukup berlimpah berasal dari PKS dan dapat dilakukan dalam skala besar seperti yang sudah dilaksanakan di Malaysia.
Manfaat yang penting adalah karena skalanya yang besar berarti memerlukan padat karya yang dapat memberikan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar pabrik termasuk keluarga karyawan yang dapat dilibatkan dimana limbah PKS itu sendiri akan lebih terkendali berarti menjamin keberhasilan pengaruh terhadap dampak lingkungan yang buruk.
Pemasaran kompos cacing (Worm Casting Fertilizer) merupakan kompos organik super yang banyak peminatnya. Pemasaran biomassa yang mengandung protein lebih tinggi dari daging dan ikan sangat diminati oleh Industri pakan ternak.
Paduan Budidaya Cacing dengan dipadukan dengan pengendalian limbah sawit walaupun dalam skala besar namun dapat terbagi dalam skala yang lebih kecil dan dihimpun dalam organisasi pola koperasi dimana lahan yang diperlukan relatif kecil ialah untuk media 1 m2 ketebalan 20 cm dapat diisi 2 kg atau 2500 ekor bibit cacing.

Standar Mutu Kascing
Dibeberapa negara, pupuk organik yang dijual sudah mempunyai standard mutu, termasuk kascing. Tabel dibawah ini adalah standar mutu kascing di Australia.
1. Rasio C : N maksimum 20:1
2. Specific Gravity(SG)/berat jenis: 0,6 - 0,8
3. Ukuran butir kurang dari 8 mm
4. Kadar air: 45% - 55%
5. Lost of Ignition (LOI): 50% - 60%
6. Logam berat dibawah batas maksimum
7. Colony Forming Unit (CFU)/jumlah mikroba lebih dari 150.000/µg
8. Foreign Matter Content (FM)/benda asing: kurang dari 0,5%
9. Patogen hewan: tidak ada
10. Patogen tanaman: kurang dari 2%
11. pH: 6,5 – 7,5
12. Electrical Conductivity (EC)/Daya hantar listrik: 1000 – 1500 dS/m
Cadangan Media Cacing
Cadangan media cacing dari kompos organik yang tersedia yang dapat diperoleh dari PKS kapasitas 20 ton Tandan Buah Segar (TBS)/jam ialah 20 % dari cacahan tandan kosong dimana jumlahnya cukup besar sebanyak 23% dari TBS diolah = 20% x 23% x 20 = 0,92 ton kompos organik/jam
Cadangan Pakan Cacing
Cadangan pakan cacing dari bubur limbah/slurry yang dapat diperoleh dari PKS kapasitas 20 ton TBS/jam di mana jumlahnya juga cukup besar = 4,6ton setiap ton TBS diolah 20% x 4,6 ton x 20 = 18,4 ton slurry/jam.
Awal kegiatan budidaya cacing di sekitar PKS dimulai dalam kelompok-kelompok kecil masing-masing dengan 15 kg bibit cacing dengan tenaga kerja 3 (tiga) orang berarti diperlukan sebagai berikut:
 Bibit cacing 66 x 15 kg = 990 kg bibit.
 Media cacing dengan perbandingan bibit : media = 1 : 1 ialah media yaitu kompos penggantian media 2 bulan sekali.
 Pakan cacing untuk 15 kg bibit diperlukan pakan sejumlah 15 kg slurry/ hari.
 Tenaga kerja 66 x 3 = 198 orang.
Dari data tersebut diatas dapat digambarkan bahwa budidaya cacing yang dipadukan dengan pengendalian limbah sawit merupakan padat karya yang sangat besar tetapi kebutuhan media dan pakan cacing sangat kecil dibandingkan limbah yang tersedia dari PKS berarti PKS masih tetap akan menghasilkan kompos organik diluar kompos tambahan dari kotoran cacing. Sebagai ringkasan dari Budidaya Cacing Tanah seperti yang tercantum pada data di bawah ini :
1. Media (tempat tinggal) cacing sebanyak 15 kg dapat menampung 15 kg cacing.
2. Media dapat terdiri dari kompos organik sawit (cacahan tandan kosong + bubur limbah/slurry) dicampur air lalu diaduk, 4 minggu kemudian dicampur slurry yang sudah diperam 1 bulan dengan perbandingan 70% campuran kompos : 30% slurry, tambahkan 1% kapur.
3. Perbandingan media dan cacing = 1 : 1.
4. Ketebalan media 20 cm.
5. Perilaku cacing:
a. Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada cacing yang keluar dari media berarti sudah cocok
b. Apabila dalam waktu 12 jam banyak cacing yang keluar dari media berarti tidak cocok.
6. Media seluas 1 m2, ketebalan 20 cm dapat diisi 2 kg atau 2500 ekor bibit cacing, dalam tempo 60 hari akan menjadi 4 kg ditambah kokon.
7. Kadar air optimum media 40 - 50%.
8. Penggantian media 2 - 3 bulan dengan indikasi semua media sudah menjadi tanah dan terdapat telur cacing.
9. Temperatur optimum media 25 C.
10. Makanan tambahan ialah slurry, taburkan atau tenggelamkan dalam media.
11. Satu (1) kg bibit cacing dapat menghabiskan pakan 1 kg dalam waktu 24 jam.
12. Bibit cacing yang baik umur 3 bulan, produktifitas sampai 9 bulan.
13. Dua (2) - tiga (3) minggu bibit dikeluarkan dipindah ke media baru.
14. Selama masa produksi (9 bulan) pemindahan bibit dapat berlangsung 8 s/d 12 kali.
15. Masa panen cacing 2 - 3 minggu sekali, masa panen kascing 1 - 2 hari sekali.
16. Setelah cacing tanah dipanen dibiarkan 30 mnt tanpa diberi makan agar semua kotoran keluar.
17. Jemur cacing selama 60 menit untuk menghilangkan lendir, cuci cacing tersebut dengan air hangat dan dianginkan selama 30 menit, jemur atau dipanasi dengan oven. Setelah kering digiling menjadi tepung dan dikemas dalam goni.
18. Satu (1) kg cacing dewasa akan menghasilkan 10 kg kascing dalam waktu 2 bulan dan 225 kg biomassa dalam waktu setahun atau 5 kg kascing/bulan atau 18,75 kg biomassa/bulan.
19. Harga biomassa: Rp. 120.000 /kg.
20. Harga bibit cacing: Rp. 175.000 /kg.
21. Harga kascing: Rp. 1.200 /kg.
22. Skala usaha kecil 15 kg bibit cacing dengan 3 orang tenaga kerja.
Cacing tanah menghasilkan kotoran (cast) di permukaan sekitar sarang. Kotoran cacing mengandung mikro organisma, mineral anorganik dan bahan organik yang bermanfaat bagi tanaman. Biomass cacing akan diproses menjadi tepung cacing yang bisa dibuat kerupuk, kue kering, serta merupakan bahan aktif dalam industri kosmetik. Substrat dalam cacing tanah sejak lama diyakini ampuh untuk mengobati berbagai gangguan kesehatan seperti rematik, batu ginjal, demam dan cacar. Peneliti lokal meyakini bahwa ekstrak cacing dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen seperti Salmonela thypimurium (tifus) dan Escheria coli (diare).
Perbandingan Sifat Kimia & Kandungan Hara Casting
(Comparison of the Available Mineral in the Worm Casts)
Source :
(1) Damayani (1993) dalam PIBI IKOPIN (1999), Abraham.S, Nenny.N, Siti
Mariam (1999), dalam R.Rukmana (1999)
(2) Rikrik.W (1996) dalam Abraham.S, Nenny.N, Siti Mariam (1999) dalam
R.Rukmana (1999)

Tingkah Laku

Sebanyak 85 % dari berat tubuh cacing tanah berupa air, sehingga sangatlah penting untuk menjaga media pemeliharaan tetap lembab (kelembaban 15 - 30 %). Tubuh cacing mempunyai mekanisme untuk menjaga keseimbangan air dengan mempertahankan kelembaban di permukan tubuh dan mencegah kehilangan air yang berlebihan. cacing yang terdehidrasi akan kehilangan sebagian besar berat tubuhnya dan tetap hidup walaupun kehilangan 70 - 75 % kandungan air tubuh. Kekeringan yang berkepanjangan memaksa cacing tanah untuk bermigrasi ke media yang lebih cocok.

Cacing sangat peka terhadap cahaya terlebih sepanjang bagian anterior tubuh. Bagian tengah kurang peka terhadap cahaya. Cacing memiliki tonjolan dekat bukaan mulut disebut prostomium yang terdiri atas sel-sel sensor berstruktur seperti lensa yang menggantikan fungsi mata. Selain itu, prostomium juga mampu membedakan material berbahaya selama proses makan. Cahaya tidak boleh menerangi permukaan media karena kondisi terang akan mengganggu kegiatan hidup normal di permukaan.

Biologi

Spesies cacing tanah yang umum dipelihara adalah Lumbricus terrestris, L. rubellus, Eisenia foetida, Allolobophora caliginosa dan A. chlorotica dari keluarga Lumbricidae. Spesies umum lainnya adalah Pheretima asiatica, Perionyx excavatus dari keluarga Megascolecidae, dan juga Diplocardia verrucosa dari keluarga Acanthrodrilidae, serta Eudrilus eugeniae dari keluarga Octochaetidae.


(A.K.Simanjuntak dan D.Walujo. Cacing Tanah, Budidaya dan Pemanfaatannya. 1982. hal 6
Bagian luar tubuh terdiri atas segmen-segmen yang jumlah dan lebarnya berbeda menurut spesies. Cacing tanah adalah hermaprodit dengan alat kelamin jantan dan betina pada bagian ventral atau ventro lateral. Cacing dewasa kelamin ditandai dengan adanya klitelum ( seperti cincin atau pelana berwarna muda mencolok melingkari tubuh sepanjang segmen tertentu) pada umur 2,5 bulan. Klitelum terkait dengan produksi kokon. Klitelum pada spesies L. rubellus dimulai pada segmen 22 memanjang 4 sampai 10 segmen ke posterior. Alat kelamin jantan dan betina terdapat mulai segmen 9 sampai 15 menurut spesies. Untuk menghasilkan telur fertil, cacing harus mencari pasangan dan saling menukar sperma yang akan membuahi sel telur. Pembuahan akan terjadi dalam masing-masing lubang kelamin betina. Setelah pembuahan, sepanjang permukaan klitelum akan mengeluarkan lendir yang akan dmengeras dan bergerak ke belakang terdorong oleh gerak maju cacing. Pada saat melewati lubang kelamin betina, telur-telur yang sudah dibuahi akan masuk ke dalam selubung kokon tersebut.

Kokon yang diletakkan pada kondisi lingkungan yang cocok akan menetas dalam 14 - 21 hari. Jumlah telur dalam kokon beragam, biasanya lebih dari 10 butir. Tergantung spesies, cacing dewasa mampu menghasilkan lebih dari 2 kokon setiap 5 - 10 hari. Perhitungan kasar menunjukkan setiap 100 cacing dewasa dalam kurun waktu 1 tahun dapat menghasilkan 100.000 cacing.
Waktu
Pertumbuhan Beberapa Cacing Lumbricid
(Time of Development for some Lumbricid Worms)




Cacing tanah bergerak menggunakan setae untuk mencengkeram atau membantu proses perkawinan. Lubang (pori-pori) yang terletak sepanjang ventral berhubungan dengan nephridia (organ utama pensekresi bahan nitrogen) di dalam tubuh. Pori-pori berfungsi mempertahankan kelembaban permukaan sebab cacing bernapas melalui kulit yang lembab. Sebagai reaksi atas rangsangan luar misalnya sentuhan mendadak, cacing secara spontan akan mengeluarkan lendir melalui pori-pori yang sama dalam upaya melepaskan diri dari ancaman tersebut.

Pemeliharaan

Bagian penting dalam pemeliharaan cacing tanah adlah menyiapkan media yang cocok, yang dapat mendukung pertumbuhan optimum. Media bisa ditempatkan dalam kotak plastik, anyaman bambu, maupun bak batako. Kotak-kotak media disusun pada rak bertingkat 4, yang ditaruh dalam ruangan terlindung dari terpaan cahaya. Tingkat kepadatan tebaran cacing sangat tergantung pada volume media. Media seberat 250 g cukup untuk menampung 250 g cacing dewasa. Media dan makanan tambahan adalah dua hal yang berbeda, tetapi cacing dapat memakan keduanya. Media terdiri atas campuran beberapa bahan organik (limbah pertanian, limbah pasar dll) yang pada awal pembuatannya dicampur air dan diaduk berulang kali utuk menyempurnakan proses fermentasi. Empat minggu kemudian dicampur dengan kotoran hewan (perbandingan 70 : 30). Kapur bisa ditambahkan (1 : 100 bahan organik) untuk mencapai pH netral.
Untuk menghindari kekeringan, permukaan media dilapisi plastik. Media sudah dianggap cocok apabila pH mencapai 6,0 - 7,2 ; tingkat kelembaban 15 - 30 % dan suhu antara 15 - 25 oC. Cacing tetap dapat tinggal dalam media bersuhu di atas 25 oC asalkan ternaungi dan mempunyai ventilasi yang baik. Mengingat cacing tidak dilengkapi gigi, sebaiknya makanan tambahan diberikan dalam bentuk bubur (campuran air dan bahan padat 75 : 25) dan disebarkan merata di permukaan media. Makanan tambahan biasanya terdiri atas kotoran hewan, daun berprotein tinggi, sayuran, jagung, katul, limbah industri dan lain-lain. Sewaktu memberikan makanan, taruh agak ke dalam lubang sebab cacing dewasa lebih suka makan di dalam lubang ketimbang cacing muda yang makan di permukaan. Dalam waktu 24 jam 1 kg cacing dewasa dapat menghabiskan 1 kg makanan tambahan.

Media sebaiknya diganti dengan yang baru apabila media lama terlihat sudah penuh dengan cast dan kokon. Jika biomass cacing yang menjadi tujuan pemeliharaan, panen bisa dilakukan setiap 2,5 - 3 bulan. Seleksi untuk mendapatkan stok pengganti harus dilakukan terhadap cacing dewasa berumur 4 bulan. Cast bisa dikumpulkan setiap 1 - 2 hari. Pemeliharaan 1 kg cacing dewasa akan menghasilkan 10 kg cast dalam 2 bulan atau setara 225 kg biomass cacing setiap tahun.
2.2 Tinjauan Umum Tentang Garam
Dalam kimia, garam ialah senyawa netral yang terdiri atas ion-ion.
Garam juga bisa berarti:
• Garam dapur, digunakan sebagai bumbu dan pengawet makanan
• natrium klorida, bahan baku utama garam dapur
• Garam (kriptografi), vektor inisialisasi sandi rahasia blok
• Bisa juga merujuk pada tiap arti ganda penggaraman
GARAM
Orang Fenisia memperoleh banyak garam dengan cara menguapkan air Laut Tengah di tambak-tambak, demikian juga kita kenal di Indonesia :



Tambak garam


Orang Ibrani mempunyai persediaan garam yang melimpah di pantai-pantai Laut Mati (Zefanya 2:9) :



Dead Sea Shore with white salt grains on bottom of lake

2.3 Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian diatas, maka hipotesis yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

- Ada pengaruh pemberian garam dapur terhadap keadaan tubuh cacing.





BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 JENIS PENELITIAN
Jenis penelitrian yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemungkinan untuk saling berhubungan dan ketergantungan satu sama lain dan juga peneliti dapat mengontrol dan mengendalikan semua variable yang dilibatkan.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di rumah Oktaria, JL.Sumberayu No.10 RT 26 RW 04

3.3 Variabel Penelitian
3.3.1 Variabel Bebas
Variabel bebas adalah variable yang dibuat berbeda.
Variabel bebasnya adalah konsentrasi garam dapur.

3.3.2 Variabel Terikat
Variabel terikat adalah sifat yang muncul akibat adanya variable bebas.
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keadaan tubuh cacing tanah.

3.3.3 Varibel Kontrol
Variabel control adalah perlakuan sama saat penelitiaan.
Variabel control dalam penelitian ini adalah batas waktu penelitian ,wadah,
jenis cacing tanah .

3.4 Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ada 3 yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan,dan tahap pengamatan.

3.4.1 Tahap Persiapan
3.4.1.1 Menyiapkan alat
- Gelas aqua 3 gelas
3.4.1.2 Menyiapkan bahan
- Cacing Tanah
-Garam Dapur
3.5 Tahap Pelaksanaan
- Menyiapkan 3 buah cacing tanah
- Letakkan cacing tanah di masing-masing wadah
- Taburi garam pada masing-masing cacing dengan konsentrasi berbeda
3.6 Tahap Pengamatan
Pengamatan dilakukan dengan mengetahui kondisi kulit cacing selama 1 jam.
Hala ini bertujuan untuk mengetahui kepekaan cacing terhadap garam dapur.



















DATAR PUSTAKA


1. Putra. F.A, Ny Kartini Hidup Bersama Cacing. Kompas. 18 September 1999.
2. Khoeruddin, I. Banyak Yang Tergiur Menjadi Jutawan Cacing. Suara Merdeka.
26 Agustus 1999.
3. Try, H. Ny Lies Umami Kerupuk Cacing Hingga Jus Cacing. Kompas. 14
Nopember 1999.
4. C.A.Edwards dan J.R. Lofty. Biology of Earthworms. 1977.
5. Rahmat, R. Budi Daya Cacing Tanah. 1999
6. A.K. Simanjuntak dan D. Walujo. Cacing Tanah Budi Daya dan Pemanfaatannya.
1982.

7. "http://id.wikipedia.org/wiki/Garam"


















LAPORAN PENELITIAN BIOLOGI
PENGARUH GARAM DAPUR TERHADAP TUBUH CACING TANAH



Dibimbing oleh:
Sri Fatimah Wijaya. S.Pd


Nama Kelompok:
1. Oktaria Ardika Putri (26)
2. Nurhidayati Fadilah (25)
3. Nurani Nur Aisyah ( 24)
4. Dewanda Puguh (08)






SMA NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Jendral Ahmad Yani No. 48 Telp 0341-395122
Kecamatan Kepanjen Malang
65163